Cara Cupping Kopi di Rumah: Uji 2 Cangkir agar Catatan Rasa Lebih Jelas - Majalah Otten Coffee
Pernah membaca catatan “jeruk, karamel, cokelat” pada kemasan kopi, tetapi yang terasa hanya pahit? Kamu tidak harus langsung bisa menyebut nama buah. Mulailah dengan pertanyaan yang lebih mudah: apa perbedaan dua kopi ketika dicicipi berdampingan?
Cupping adalah cara mengevaluasi kopi dengan menyeduh bubuk langsung di dalam cangkir, lalu mengamati aroma, rasa, dan teksturnya. Untuk latihan di rumah, kita akan memakai dua sampel berkode A dan B, mencatat perubahan saat kopi mendingin, lalu mengulang pengujian tanpa melihat kemasan.
Tujuannya sederhana: menghasilkan catatan yang bisa kamu periksa kembali, bukan mengumpulkan istilah rasa sebanyak mungkin.
Siapkan Dua Kopi dan Satu Pertanyaan
Pilih dua biji kopi yang ingin dibandingkan. Sebaiknya tingkat sangrainya relatif serupa agar perbedaan sangrai tidak terlalu mendominasi latihan pertama.
Misalnya, gunakan dua kopi Nusantara dengan informasi asal dan proses yang jelas. Namun, jangan langsung menyimpulkan perbedaan rasanya pasti berasal dari daerah tanam; proses pascapanen, sangrai, kesegaran, dan penyeduhan juga dapat berpengaruh.
Tentukan satu pertanyaan sebelum mulai:
- Kopi mana yang terasa lebih asam?
- Kopi mana yang teksturnya lebih tebal?
- Kopi mana yang meninggalkan kesan rasa lebih lama?
Tutup informasi tasting notes, yaitu deskripsi rasa pada kemasan. Beri kode A dan B di bagian bawah cangkir. Jika ada teman yang membantu menyiapkan, minta ia menyimpan identitas sampelnya sampai sesi selesai.
Untuk latihan pertama, satu cangkir per kopi cukup. Namun, hasilnya hanya menggambarkan sampel yang kamu seduh saat itu; satu cangkir belum cukup untuk menilai konsistensi seluruh kemasan.
Peralatan Cupping Rumahan yang Dibutuhkan
Siapkan perlengkapan berikut:
- Dua cangkir tahan panas dengan bentuk, bahan, dan ukuran sama.
- Grinder kopi.
- Timbangan digital, idealnya dengan pembacaan 0,1 gram.
- Ketel dan termometer jika tersedia.
- Dua sendok bersih untuk mengangkat ampas.
- Timer, air minum netral, serta buku catatan.
Gunakan cangkir yang cukup besar untuk menampung 150 gram air beserta bubuk kopi tanpa meluap. Hindari membandingkan mangkuk keramik lebar dengan gelas tinggi berdinding tipis karena keduanya bisa mendingin dengan laju berbeda.
Timbangan seperti Hario V60 Drip Scale VSTN-2000B dapat membantu menakar kopi dan air. Untuk latihan ini, fungsi utamanya menjaga kedua sampel mendapat perlakuan yang setara.

Pilih tempat tanpa gangguan aroma masakan, parfum, atau asap. Gunakan air dari sumber yang sama untuk seluruh sampel, dan pastikan alat tidak menyisakan bau sabun.
Protokol Sederhana: Takaran, Suhu, dan Waktu
Gunakan 8,3 gram kopi dan 150 gram air per cangkir sebagai takaran praktis latihan. Siapkan air sekitar 93°C dan pertahankan pengaturan grinder yang sama untuk kedua kopi.
Takaran ini merupakan adaptasi rumahan. Standar profesional mengatur persiapan sampel dan kondisi pengujian lebih rinci, termasuk dosis berdasarkan kapasitas wadah; lihat standar persiapan dan mekanika cupping SCA. Langkah di bawah menyederhanakannya untuk latihan perbandingan, sehingga hasilnya bukan skor mutu resmi.
1. Giling dan amati aroma kering
Mulai dari gilingan sedang agak kasar, sedikit lebih kasar daripada gilingan pour over yang biasa kamu gunakan. Jangan memakai ukuran sehalus espresso.
Giling setiap sampel secara terpisah. Bersihkan sisa kopi di grinder sesuai petunjuk alat agar sampel sebelumnya tidak banyak terbawa.
Cium bubuknya sebelum dituangi air. Tulis satu atau dua kesan sederhana, misalnya “kacang”, “buah”, atau “belum jelas”. Tidak perlu memaksakan nama aroma.
2. Tuang air dan mulai timer
Letakkan cangkir berisi bubuk di timbangan, lalu nolkan angkanya. Tuangkan 150 gram air sambil membasahi seluruh bubuk.
Mulai timer saat air pertama menyentuh kopi. Seduh sampel B dengan urutan yang sama, lalu catat selisih waktu mulainya agar setiap cangkir mendapat waktu rendam setara.
Biarkan lapisan bubuk yang mengapung, disebut crust, tetap terbentuk. Jangan mengaduknya selama masa tunggu awal.
3. Pecahkan crust pada menit keempat
Saat masing-masing sampel mencapai empat menit, dorong lapisan permukaannya perlahan dengan sendok beberapa kali sambil mencium aroma yang terlepas. Dekatkan hidung secukupnya agar tetap nyaman dari uap panas.
Angkat busa dan bubuk yang masih mengapung menggunakan dua sendok. Hindari mengaduk dasar cangkir karena endapan akan naik kembali.
Menit keempat adalah waktu memecahkan crust dalam latihan ini, bukan saat seluruh ekstraksi berhenti. Bubuk tetap bersentuhan dengan air selama sesi berlangsung.
4. Tunggu sampai nyaman dicicipi
Jangan langsung menyeruput kopi yang masih terlalu panas. Ambil sedikit cairan dari permukaan setelah suhunya nyaman di mulut.
Kamu boleh menyeruput ringan dari sendok. Tidak perlu menghasilkan suara keras; yang penting, lakukan dengan cara serupa pada kedua sampel.
Catat Tiga Putaran: Hangat, Lebih Sejuk, dan Ulang
Cicipi A, lalu B. Pada putaran berikutnya, balik urutannya menjadi B, lalu A agar satu sampel tidak selalu mendapat giliran pertama.
Lakukan pengamatan saat kopi masih hangat dan ketika lebih sejuk. Gunakan tegukan kecil serta jeda dengan air putih bila perlu. Kamu tidak harus menghabiskan isi cangkir.
Pisahkan dua jenis catatan: apa yang terasa dan seberapa kamu menyukainya. Kopi yang lebih asam belum tentu lebih kamu sukai, dan kopi favoritmu belum tentu memiliki aroma paling kuat.
Gunakan format singkat berikut untuk setiap sampel:
- Aroma: kesan yang tercium, misalnya panggang atau buah.
- Keasaman: rendah, sedang, atau tinggi dibanding sampel lain.
- Kesan manis: samar atau jelas; tidak harus menyerupai gula.
- Tekstur: ringan, sedang, atau tebal di mulut.
- Aftertaste: rasa yang tertinggal setelah menelan atau meludahkan kopi.
- Kesukaan: ingin diminum lagi atau kurang cocok untuk selera sendiri.
Contoh catatan latihan: “A terasa lebih asam daripada B, teksturnya ringan, dan mengingatkan pada kulit jeruk setelah lebih sejuk.” Kalimat ini lebih berguna daripada daftar panjang buah yang belum benar-benar kamu kenali.
Jika hanya yakin “seperti buah”, berhenti di sana. Tambahkan “mungkin jeruk” bila perlu, lalu periksa lagi pada sesi berikutnya.
Uji Ulang Catatan agar Tidak Sekadar Menebak
Di hari berbeda, ulangi dengan kopi, air, takaran, gilingan, dan cangkir yang sama. Acak kembali kode sampelnya sebelum mencicipi.
Cari pola yang muncul lagi. Apakah kopi yang sebelumnya terasa lebih ringan masih terasa demikian? Apakah kesan jeruk kembali muncul, atau ternyata hanya terasa pada satu putaran?
Kalau hasilnya berbeda, periksa catatan persiapan sebelum menyalahkan lidah. Suhu saat mencicipi, perubahan gilingan, atau sisa kopi di grinder dapat memengaruhi perbandingan.
Hindari tiga kebiasaan berikut:
- Membaca kemasan lebih dulu. Simpan deskripsi produsen sebagai bahan perbandingan setelah sesi.
- Mengubah resep salah satu sampel. Latihan ini membutuhkan perlakuan setara.
- Menganggap satu temuan sebagai kesimpulan besar. Tulis “pada sesi ini”, terutama jika baru mencoba sekali.
Ketika membuka identitas kopi, cocokkan pengamatanmu dengan informasi kemasan. Perbedaan deskripsi menjadi bahan latihan berikutnya; kamu tidak harus mendapatkan kata-kata yang persis sama.
FAQ
Apakah cupping harus menggunakan sendok khusus?
Tidak untuk latihan rumahan. Sendok bersih dengan cekungan cukup dalam bisa digunakan. Pakai sendok yang sama bentuknya saat membandingkan agar jumlah cairan yang dicicipi relatif serupa.
Mengapa tasting notes pada kemasan tidak terasa?
Deskripsi rasa merupakan asosiasi sensorik, bukan jaminan sensasi yang identik bagi semua orang. Penyeduhan, kondisi kopi, suhu pencicipan, dan pengalaman mengenali aroma dapat memengaruhi persepsi. Mulailah dari kategori luas seperti buah, kacang, atau panggang.
Apakah kopi harus diludahkan setelah dicicipi?
Tidak wajib dalam latihan pribadi, tetapi kamu boleh meludahkannya ke wadah terpisah. Gunakan tegukan kecil dan berhenti ketika sudah cukup; tujuan latihan tercapai melalui pengamatan, bukan menghabiskan kopi.
Bisakah cupping dilakukan bersama keluarga?
Bisa. Gunakan sendok pemindah khusus untuk mengambil kopi dari setiap sampel ke cangkir pribadi. Sendok yang sudah menyentuh mulut tidak kembali masuk ke wadah sampel bersama.
Mulai dari Perbedaan yang Paling Mudah Dikenali
Sesi pertama sudah berguna jika kamu bisa menjelaskan satu perbedaan dengan yakin: A lebih ringan, B lebih pahit, atau salah satunya terasa lebih menyenangkan setelah mendingin. Simpan catatan itu dan jadikan pembanding pada sesi berikutnya.
Untuk memulai, lihat pilihan biji kopi Nusantara dan timbangan kopi di Otten Coffee. Pilih dua kopi yang membuatmu penasaran, siapkan cangkir yang sama, lalu beri waktu untuk mengenali rasanya dengan bahasamu sendiri.
