Cold Brew Tea: Perpaduan Minuman Segar yang Mulai Populer - Majalah Otten Coffee
Dalam beberapa tahun terakhir, dunia minuman mengalami pergeseran selera. Konsumen tidak lagi hanya mencari rasa manis atau kafein semata, tetapi juga kesegaran, kompleksitas rasa, dan pengalaman minum yang ringan. Dari tren inilah muncul perpaduan yang semakin sering dibicarakan: cold brew coffee + tea.

Kombinasi dua dunia kopi dan teh yang dulu terasa “tidak mungkin”, kini justru menjadi minuman segar kekinian di banyak coffee shop, tea bar, hingga konsep hampers minuman modern. Artikel ini akan membahas mengapa cold brew dan tea mulai populer sebagai pasangan, bagaimana karakter rasanya, serta potensi tren ini ke depan.
Apa Itu Cold Brew Tea dan Coffee Blend?
Sebelum membahas tren, penting memahami konsep dasarnya.
Pengertian Cold Brew
Cold brew adalah metode seduh menggunakan air dingin atau suhu ruang dalam waktu panjang (8–24 jam). Metode ini menghasilkan minuman dengan:
- Rasa lebih smooth
- Keasaman lebih rendah
- Aftertaste bersih
- Sensasi segar
Cold brew tidak hanya berlaku untuk kopi, tetapi juga teh.

Cold Brew Tea: Ringan dan Aromatik
Cold brew tea diseduh dengan daun teh menggunakan air dingin, menghasilkan rasa yang:
- Lebih lembut
- Tidak pahit
- Aroma lebih subtle
- Cocok diminum dingin tanpa gula
Jenis teh yang sering digunakan antara lain green tea, jasmine, oolong, dan herbal tea.
Kenapa Cold Brew + Tea Mulai Populer?
Perpaduan ini bukan sekadar eksperimen iseng. Ada alasan kuat di balik naiknya popularitas cold brew coffee dan tea.
Rekomendasi Kopi Terbaru Otten Coffee untuk V60, French Press, AeroPress dan metode manual brew.
1. Konsumen Mencari Minuman yang Lebih Ringan
Tidak semua orang ingin kopi yang bold dan berat. Campuran tea membuat cold brew terasa:
- Lebih ringan di lambung
- Lebih mudah diminum siang hari
- Cocok untuk cuaca panas dan iklim tropis
2. Tren Low Sugar dan Mindful Drinking
Cold brew + tea umumnya:
- Tidak membutuhkan gula berlebih
- Nikmat diminum plain
- Bisa ditambah madu atau citrus ringan
Ini sejalan dengan tren gaya hidup sehat dan mindful consumption.
3. Eksplorasi Rasa yang Lebih Kompleks
Kopi memberikan body dan depth, sementara teh menambah aroma dan freshness. Hasilnya adalah minuman dengan layer rasa yang menarik.
Karakter Rasa: Kopi Bertemu Teh
Salah satu daya tarik utama cold brew + tea adalah keseimbangan rasa.
Kopi sebagai Base
Biasanya digunakan:
- Kopi light hingga medium roast
- Profil fruity, floral, atau chocolate ringan
Cold brew coffee memberi struktur dan body.
Teh sebagai Penyeimbang
Teh berperan memberi aroma dan kesegaran. Contoh:
- Jasmine tea → floral dan clean
- Green tea → grassy dan fresh
- Oolong → creamy dan kompleks
- Earl Grey → citrus dan bergamot
Perpaduan ini menciptakan minuman yang tidak mendominasi satu sama lain.
Varian Cold Brew Tea yang Mulai Banyak Ditemui
Berikut beberapa kombinasi yang mulai populer di coffee shop dan home brewing.
1. Cold Brew Coffee Jasmine Tea
Ini adalah kombinasi paling populer saat ini.
Karakter:
- Floral
- Clean
- Sangat segar
Cocok untuk peminum kopi yang ingin sesuatu yang ringan dan aromatik.
2. Cold Brew Coffee Green Tea
Memberi sensasi:
- Segar
- Sedikit vegetal
- Aftertaste bersih
Sering disajikan tanpa gula atau dengan lemon tipis.
3. Cold Brew Oolong Tea
Lebih kompleks dan dewasa.
Karakter:
- Creamy
- Slightly roasted
- Balance antara kopi dan teh
Cocok untuk penikmat kopi serius yang ingin eksplorasi.
4. Cold Brew Tea Citrus
Beberapa varian bahkan mengurangi porsi kopi atau tanpa kopi sama sekali, fokus pada cold brew tea dengan sentuhan citrus untuk kesegaran maksimal.
Cold Brew Tea sebagai Minuman Siang Hari
Salah satu alasan tren ini naik adalah fungsinya.
Lebih Aman untuk Lambung
Cold brew dikenal lebih rendah asam. Ditambah tea, minuman ini terasa:
- Tidak “menghantam” perut
- Aman diminum saat perut tidak terlalu penuh
Kafein yang Lebih Terkontrol
Kombinasi ini memberi:
- Energi ringan
- Fokus tanpa jittery
- Cocok untuk kerja kreatif
Ini membuatnya ideal sebagai afternoon drink.
Potensi Cold Brew Tea dalam Industri Minuman
Tren ini tidak hanya soal rasa, tetapi juga peluang.
1. Menu Signature Coffee Shop
Banyak coffee shop mulai mencari menu unik yang:
- Tidak terlalu manis
- Tidak pasaran
- Mudah diingat
Cold brew + tea menjawab kebutuhan ini.
2. Produk Ready to Drink (RTD)
Minuman botolan cold brew tea & coffee mulai dilirik karena:
- Shelf life lebih baik
- Mudah dikemas
- Cocok untuk hampers dan gifting
3. Hampers Minuman Modern
Cold brew tea menjadi alternatif menarik untuk hampers karena:
- Segar
- Tidak terlalu personal
- Terasa dewasa dan modern
Sangat cocok untuk hadiah ulang tahun atau hadiah Lebaran.
Cara Menikmati Cold Brew Tea di Rumah
Tren ini juga mudah diaplikasikan secara rumahan.
Rasio Dasar yang Aman
- 60% cold brew coffee
- 40% cold brew tea
Sesuaikan sesuai selera.
Tips Penting
- Gunakan kopi dengan profil fruity atau floral
- Hindari kopi dark roast
- Gunakan teh loose leaf berkualitas
- Simpan di botol kaca dan habiskan dalam 2–3 hari
Siapa yang Cocok Menikmati Cold Brew Tea?
Minuman ini cocok untuk:
- Peminum kopi yang ingin rasa lebih ringan
- Peminum teh yang ingin eksplorasi baru
- Mereka yang sensitif terhadap kopi panas
- Pecinta minuman dingin tanpa gula
Karena sifatnya yang balance, cold brew tea juga cocok untuk pemula.
Tantangan dalam Perpaduan Kopi dan Teh
Meski menarik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Risiko Rasa Bertabrakan
Jika salah pilih kopi atau teh, rasa bisa saling menutupi. Kunci utamanya adalah:
- Kesederhanaan
- Profil rasa yang sejalan
Edukasi ke Konsumen
Sebagian orang masih menganggap kopi dan teh tidak seharusnya dicampur. Perlu pendekatan cerita dan pengalaman untuk memperkenalkannya.
Kesimpulan: Cold Brew + Tea adalah Masa Depan Minuman Segar
Perpaduan cold brew coffee dan tea bukan sekadar tren sementara. Ia menjawab kebutuhan gaya hidup modern: ringan, segar, mindful, dan berlapis rasa.
Dengan karakter yang seimbang, mudah dinikmati, dan fleksibel untuk berbagai konsep dari coffee shop hingga hampers cold brew tea berpotensi menjadi signature drink generasi baru.
Di tengah dunia yang semakin cepat, minuman ini menawarkan jeda: tidak terlalu kuat, tidak terlalu manis, dan tidak berisik. Hanya segelas minuman dingin yang tenang, menyegarkan, dan relevan dengan zaman.

