COFFEE TRUCK VS POP-UP COFFEE SHOP, SIMAK PELUANG BISNISNYA - Majalah Otten Coffee
Inovasi di industri kopi tidak ada hentinya, selalu saja membuat kejutan yang tidak disangka, seperti coffee truck dan pop-up coffee shop yang mulai populer.
KOPI keliling di Indonesia bukanlah hal baru, dan sudah lama diterapkan oleh para pedagang kopi yang menjual kopi cepat saji. Hanya saja, gerobak kopi yang digunakan oleh para pedagang kopi di sini masih khas menerapkan sisi lokalnya. Mereka belum mengelola secara eksklusif untuk bisnis seperti yang digunakan pebisnis kopi di Korea Selatan atau Eropa.
Coffee truck adalah konsep bisnis coffee shop yang menggunakan mobil. Yang paling populer adalah menggunakan VW Combi atau truk pickup. Sementara itu, Pop-Up Coffee Shop adalah konsep bisnis coffee shop dengan menciptakan ruang jualan sementara, baik menggunakan meja bar atau gerobak kopi.
Kedua istilah ini mengacu pada bisnis cafe yang menawarkan sajian kopi specialty ataupun variasi espresso milk based. Sederhananya, coffee truck mengacu pada bisnis kopi keliling sedangkan pop-up coffee shop istilah untuk gerai kopi bongkar pasang.

Fenomena Coffee Truck
Menariknya, yang menjadikan istilah coffee truck ramai kembali diperbincangkan adalah fenomena di Korea Selatan. Di sana, terdapat jasa coffee truck keliling yang biasanya disewa oleh fans untuk idola mereka. Coffee truck ini nantinya dikirim ke beberapa spot atas inisiasi grup fans idola melalui persetujuan pihak manajemen idol. Tentu hal ini secara tidak langsung akan menjadi media promosi untuk film atau program tv yang sedang ditayangkan.
Bisnis coffee truck sendiri di Indonesia sudah banyak yang memanfaatkan peluang ini. Biasanya mereka berhenti di spot yang ramai masyarakat beraktivitas. Malahan ada juga merek kedai kopi yang sudah membuka coffee shop di daerah tertentu, namun berpartisipasi dalam pekan raya atau program car free day. Di mana pun coffee truck berhenti, pasti berhasil menciptakan daya tarik karena ia biasanya memajang mesin espresso atau peralatan kopi ikonis yang memancing perhatian.

Tren Pop-Up Coffee Shop
Di Indonesia, pop-up coffee shop lebih familiar dengan istilah gerai. Ia biasanya dibuka di hari khusus pada kegiatan tertentu. Namun ada juga yang setiap harinya dibuka di tempat umum, yang memang lokasi tersebut sudah dialokasikan oleh pemerintah untuk kegiatan perekonomian. Gerai kopi ini tentunya ruang sementara yang bisa dibongkar dan dipasang kembali dan menggunakan meja bar khusus ataupun gerobak kopi. Gerai kopi di Indonesia masih banyak didominasi oleh usaha kopi yang menyajikan sajian kopi tradisional.
Pop-Up Coffee Shop yag ada di beberapa negara Eropa menjadi tren konsep bisnis baru. Mereka membuka gerai kopi lengkap dengan peralatan seduh kopi specialty dan mesin espresso. Konsep ini kabarnya lahir dari situasi pandemik yang mengharuskan pebisnis kopi di sana ‘menjemput’ pelanggan mereka di spot tertentu. Tidak sedikit juga yang beranggapan hika konsep pop-up coffee shop ini lebih fleksibel dan minim biaya.

Tantangan Coffee Truck dan Pop-Up Coffee Shop
Secara konsepnya, coffee truck dan pop-up coffee shop memiliki tantangan yang hampir serupa. Salah satunya, keterbatasan menu kopi yang ditawarkan dikarenakan ruang yang sempit atau pertimbangan lain. Menu kopi ini pun sangat tergantung dengan alat kopi atau mesin espresso yang bisa dioperasikan, karena biasanya alat kopi atau mesin espresso tidak bisa dibawa sekaligus. Coffee truck yang mengusung sajian kopi manual sangat jarang membawa mesin espresso, dan begitu pun sebaliknya.
Sumber tenaga listrik pun juga menjadi tantangan. Jika kamu memilih mesin espresso untuk diterapkan pada konsep bisnis ini, maka sudah harus mempertimbangkan solusi sumber tenaga listriknya. Namun bukan berarti tantangannya hanya ini saja. Setelah bisnis berjalan, kamu akan dihadapkan dengan tantangan-tantangan baru yang tentu jauh lebih aman dibandingkan membuka coffee shop secara umum.
Memang benar, konsep bisnis kopi seperti ini minim biaya, namun yang perlu diingat kamu juga harus memiliki visi jangka panjang. Coffee truck dan pop-up coffee shop sangat berpotensi untuk membangun brand, jadi pastikan kamu memaksimalkan peluang media sosial dan website.
Bagaimana menurutmu?

