COFFEE AMO DAN LATTE ART 3D LUCU - Majalah Otten Coffee
Hanya ada dua jenis kedai kopi di dunia ini. Pertama, kedai kopi yang mudah ditemukan lokasinya. Kedua, kedai kopi yang tersembunyi dengan baik seperti markas rahasia. Coffee Amo, termasuk kategori yang kedua.

MESKI berada di Jalan Sultan kawasan ramai China Town Kuala Lumpur, menemukan coffee shop yang satu ini bukalanlah semudah mengedipkan mata. Awalnya saya sama sekali tidak tahu keberadaan kedai kopi yang tersohor karena latte art 3D-nya ini. Berterima kasih kepada kekuatan internet saya mencari kedai-kedai kopi terbaik di Kuala Lumpur, muncullah nama Coffee Amo sepaket dengan foto latte art 3D yang tak mungkin ditolak untuk disaksikan langsung. Jadilah tanpa pikir panjang dan meski sudah sore saya dan seorang teman membulatkan tekad untuk mencari coffee shop ini. Apalagi kami sudah tidak terlalu jauh berada dari lokasinya dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Dengan berbekal GPS di telepon genggam, kami menyusuri lorong-lorong China Town. Menajamkan penglihatan membaca satu per satu tulisan di depan gedung-gedung. Akhirnya, setelah kira-kira 13 menit berjalan sampailah kami pada sebuah gedung tua dengan papan nama berwarna biru muda: Coffee Amo. Coffee Amo ternyata terletak di lantai dua gedung, jadi kita harus melewati tangga dulu sebelum sampai ke ruangan kafenya. Saat masuk kami terbengong-bengong karena tak ada tanda-tanda kehidupan. Jangan-jangan sudah tutup. Eh ternyata ada dua barista berdiri manis di belakang coffee bar dan seorang pengunjung yang sedang sibuk dengan bukunya. Kedai kopi ini sepi dengan penerangan remang-remang. Kursi-kursi berjejer, alat-alat kopi manual brew berjejer di samping mesin espresso, dan juga gambar-gambar menarik di seluruh dinding memberi kesan kedai kopi ini cukup menghargai seni.

Karena saya seorang penggemar berat manual brew Kalita Wave, jadilah saya memesan biji kopi rekomendasi mereka Hummigbird Coffee yang diseduh dengan Kalita Wave. Cukup surprise dengan harga kopi ini yang kira-kira hampir seratus ribuan untuk secangkirnya saja. Rasanya nutty, chocolaty with full body and low acidity. Tidak terlalu istimewa karena mungkin disangrai medium to dark. Selain memesan Hummingbird Coffee, tentu saya juga memesan secangkir café latte dengan latte art 3D yang fancy. Maklum, Coffee Amo ini memang sangat tersohor dengan keahlian baristaya menciptakan latte art yang membuat kagum.

Saat barista membuat latte art 3D, saya sangat penasaran apa yang akan dia buat. Saat saya bertanya saya malah disuruh menunggu saja sampai selesai, biar surprise katanya. Ah, baiklah kalau begitu. Setelah menunggu dengan tidak sabar lahirlah tiga anak beruang dalam satu cangkir. Waduh lucunya sampai-sampai saya tidak mau meminumnya karena takut latte art-nya rusak. Ha-ha-ha. Tak hanya indah, café latte di Coffee Amo ternyata juga nikmat dengan keseimbangan kopi dan susu yang tidak saling mendominasi di lidah. Sungguh pas dalam sekali teguk.

Oh iya, jika kamu dalam keadan lapar mampir ke Coffee Amo, mereka juga menyediakan aneka home made cake yang sempat saya intip di buku menu. Saya sendiri tidak sempat mencicipi makanan mereka dikarena sudah sangat kenyang seharian berwisata kuliner di Kuala Lumpur. Untuk pecinta kopi yang sedang main ke Kuala Lumpur, bolehlah mampir kedai kopi menarik ini. Untuk yang butuh ketenangan Coffee Amo dirasa pas untuk kamu yang ingin ngopi santai tanpa diganggu suara-suara berisik yang menyebalkan.

