CERITA DI BALIK LAHIRNYA KEEP CUP - Majalah Otten Coffee
Keep Cup adalah salah satu reusable bottle paling banyak digunakan di dunia. Desainnya yang sederhana dan cheerful menjadikan coffee cup ini dicintai para penggemarnya.
Mungkin kamu sering melihat coffee cup yang berbentuk layaknya paper cup berwarna-warni di genggaman para penikmat kopi di seluruh dunia. Ya, dialah Keep Cup yang lahir dari seorang pemilik kedai kopi bernama Abigail Forsyth. Keep Cup tidak lantas sukses merebut hati semua orang. Usaha dan kerja keras sang CEO-lah yang akhirnya mengantarkan Keep Cup bisa menyebar luas di seluruh dunia seperti sekarang. Bahkan sampai ke tangan kamu semua.

Keep Cup sebenarnya lahir dari keresahan Abigail Forsyth tentang banyaknya limbah paper cup yang dihasilkan para peminum kopi di coffee shop bernama Bluebag miliknya yang berlokasi di Melbourne pada 1998 lalu. Banyaknya kostumer yang menggunakan paper cup untuk coffee-to-go-nya juga berdampak buruk terhadap keuntungan kedai kopi mereka. Untuk menanggulangi hal tersebut, Abigail Forsyth dan saudara laki-lakinya berencana menjual cangkir kopi yang bisa dipakai berkali-kali. Semacam reusable bottle yang bisa digunakan para pelanggannya saat minum kopi. Tapi setelah melakukan observasi yang panjang, rencana ini tidak memenangkan hati para pelanggan. Keresahan demi keresahan berlangsung sebelum mereka menemukan cara pas untuk menanggulangi masalah paper cup.
Sejak saat itu Abigail Forsyth tetap berpikir mencari bagaimana cara membuat reusable bottle yang disukai semua orang. Bahan keramik tak bisa dijadikan pilihan karena terlalu berat, mudah pecah dan harus dipanasan sebelum dipakai. Juga sedikit sulit menakar dosis kopi dan susu ke dalamnya. Sedangkan jika membuat termos kopi rasanya tidak terlalu pas karena krema pada kopi akan rusak pada saat kopi dituang ke dalamnya. Lagi pula kedua material tadi terbuat dari komposit yang membuatnya tidak ramah untuk mesin pencuci piring.

Terinspirasi dari Anaknya Sendiri
Dalam kebimbangan dan ambisi untuk mengubah gaya hidup peminum kopi yang boros terhadap paper cup, pada suatu pagi Abigail mendapat sebuah ilham. Pada saat itu dia sedang memanaskan susu untuk putrinya. Dia melihat putrinya meminum susu. Dia seketika membayangkan jika dia memberikan putrinya susu dengan wadah paper cup sungguh akan boros sekali. Sedangkan dia selalu meminum kopi dua kali sehari dan itu sudah jelas membuang dua paper cup per harinya. Sungguh suatu keborosan yang tak berguna. Saat itulah dia terpanggil untuk melakukan perubahan besar.

Abigail dan adiknya mengambil keputusan yang besar dengan landasan ingin menciptakan cangkir yang bisa dibawa kemana-mana dengan desain yang indah plus berguna untuk semua orang. Pengalaman orang-orang di kedai kopinya menjadi sebuah pengalaman penting lahirnya Keep Cup. Mereka melihat cangkir portable bagaimana yang kelak akan disukai penikmat kopi.
Setelah kerja keras yang tak kenal lelah, empat tahun berikutnya dibantu oleh ahli desain profesional, Keep Cup mulai mengubah kebiasaan peminum kopi di Melbourne dan perlahan menyebar ke seluruh dunia. Orang-orang mulai menyukai Keep Cup karena mereka menyukai desain Keep Cup dan perasaan nyaman ketika menggenggamnya. Tak hanya itu, Keep Cup membawa dampak posotof karena lebih eco-friendly. Banyak pengguna Keep Cup yang mengaku bahwa Keep Cup mengubah hidup mereka menjadi lebih baik: feel good, do good.

Dari Lokal Menuju Global
Meski perlahan-lahan telah menyebar ke seluruh dunia. Keep Cup berkomitmen akan tetap membuat seluruh produknya di Melbourne Australia dengan tenaga lokal. Menurut mereka Keep Cup adalah bukti cinta dari Australia yang dengan bangga menjadi identitas di sana. Keep Cup juga ingin menyebarkan ke dunia bahwa Melbourne adalah kota dengan reputasi kopi terbaik dan Keep Cup berasal dari kota itu.
KeepCup juga kurang plastik. Cangkir sekali pakai dilapisi dengan polyethylene dan memiliki tutup plastik, sehingga ada plastik yang cukup di 28 gelas sekali pakai untuk membuat satu KeepCup kecil. Pada tahun 2009, Simon Lockrey dari Pusat Desain di RMITmenyelesaikan Symapro Hidup Analisis Siklus yang telah diverifikasi secara independen klaim keberlanjutan kami. Penelitian yang dilakukan oleh ahli kimia Kanada, Dr Martin Hocking yang menemukan kebutuhan energi impas untuk memproduksi cangkir plastik dapat digunakan kembali versus cangkir kertas atas penggunaan seumur hidup berada di bawah 15 kegunaan.

Pada 2012 Keep Cup membuka warehouse di Inggris dan menyusul pada Maret 2013 dibuka di Los Angeles. Produksi lokal dan kekuatan lokal menjadi buah bibir di dunia global. Hal ini yang membuat Keep Cup akhirnya menyebar ke seluruh dunia.
Bagian terbaik dari Keep Cup adalah bahannya yang less plastic. Jika cangkir sekali pakai terbuat dari polyethylene dan memiliki tutup yang juga terbuat dari plastik, maka 28 cangkir disposable yang digabungkan akan menghasilkan satu buah Keep Cup. Pada 2009, Simon Lockrey dari Centre for Design di RMIT melengkapi perkembangan Keep Cup dengan analisis Symapro Life Cycle Analysis yang telah diverifikasi untuk produk reusable bottle ini. Penelitian tentang ini dilanjutkan lagi oleh Dr Martin Hocking, seorang ahli kimia asal Kanada yang menemukan break-even energy yang digunakan untuk memproduksi plastik yang dapat digunakan kembali versus cangkir kertas sekali pakai yang dapat digunakan seumur hidup dan juga digunakan kepada 15 kegunaan.

Sejak Juni 2009, Keep Cup telah terjual lebih dari tiga juta buah. Dan pengguna paper cup telah dialihkan untuk hidup lebih eco-friendly. Keep Cup kini telah dijual di 32 negara di seluruh dunia. Dan lebih dari sekedar bisnis, Keep Cup adalah sebuah brand yang menggalakkan kampanye global dan mereka adalah bukti bahwa gagasan kecil, gerakan kecil bisa membuat perbedaan besar yang fenomenal.
Ada yang sudah menggunakan Keep Cup?
Disunting dari keepcup.com

