Cara Menentukan Kopi yang Cocok Untukmu - Majalah Otten Coffee
Memilih kopi untuk pertama kali bisa terasa membingungkan. Di kemasan kopi, kita sering menemukan istilah seperti light roast, medium roast, single origin, natural process, floral, citrusy, chocolatey, hingga body. Lalu, kopi mana yang sebenarnya cocok untuk kita?

Jawabannya tidak selalu bergantung pada harga, asal daerah, atau apakah kopi tersebut sedang populer. Kopi yang cocok adalah kopi dengan karakter rasa yang sesuai dengan selera dan cara minum kita. Menariknya, penelitian mengenai preferensi konsumen kopi menunjukkan bahwa tingkat roasting atau roast level merupakan salah satu informasi paling berpengaruh ketika konsumen memilih kopi. Specialty Coffee Association (SCA) juga mencatat bahwa penelitian konsumen menunjukkan roast level secara konsisten menjadi informasi penting dalam keputusan pembelian kopi. (Specialty Coffee Association)
Jadi, untuk pemula, tidak perlu langsung memahami semua istilah kopi. Mulailah dari beberapa hal sederhana berikut.
1. Kenali dulu: kamu suka kopi yang seperti apa?
Cara paling mudah menentukan kopi yang cocok adalah mengingat kopi yang selama ini kamu nikmati. Apakah kamu menyukai kopi susu yang rasanya manis, creamy, dan cokelat? Atau kamu lebih menikmati kopi hitam yang terasa ringan dan memiliki aroma buah? Dari sini, preferensi kopi bisa dibuat menjadi beberapa kelompok sederhana:

Kalau kamu suka rasa cokelat, kacang, karamel, dan manis:
Cari kopi dengan deskripsi chocolate, cocoa, caramel, nutty, atau brown sugar. Profil seperti ini biasanya lebih mudah diterima pemula karena rasanya familiar.
Kalau kamu suka buah dan minuman yang segar:
Coba cari fruity, citrus, berry, tropical, atau floral. Kopi dengan karakter seperti ini biasanya memberikan sensasi yang lebih cerah dan kompleks.
Kalau kamu suka kopi yang kuat dan pahit:
Kamu mungkin lebih cocok dengan medium-dark atau dark roast, terutama jika menyukai karakter roasty, bittersweet, dan smoky. Namun, istilah tersebut bukan aturan mutlak. Setiap kopi dan proses roasting dapat menghasilkan karakter yang berbeda.
2. Pahami roast level
Untuk pemula, roast level adalah salah satu titik awal terbaik.
Secara sederhana:
Light roast cenderung mempertahankan lebih banyak karakter yang berasal dari biji dan asal kopinya. Profil buah, bunga, citrus, dan acidity biasanya lebih mudah terlihat.
Medium roast sering berada di tengah: masih memiliki karakter asal kopi, tetapi mulai menghadirkan rasa seperti cokelat, karamel, kacang, dan sweetness yang lebih familiar.
Dark roast lebih menonjolkan karakter hasil roasting seperti pahit, smoky, roasted, dan bittersweet.

Tetapi jangan menganggap bahwa light roast selalu lebih asam atau dark roast selalu lebih pahit. Profil akhir kopi dipengaruhi banyak faktor, termasuk jenis kopi, proses, roasting, dan brewing. Penelitian SCA menunjukkan bahwa roast level merupakan salah satu faktor yang sangat kuat dalam membentuk perbedaan rasa pada kopi seduh. (Specialty Coffee Association)
Tips pemula: kalau belum tahu selera sendiri, mulai dari medium atau medium-light roast. Setelah itu, coba satu tingkat lebih terang atau lebih gelap dan bandingkan.
3. Jangan takut dengan kata “acidity”
Salah satu istilah yang sering membuat pemula bingung adalah acidity. Acidity bukan berarti kopi terasa seperti cuka atau kopi yang rusak. Dalam konteks sensory coffee, acidity menggambarkan sensasi cerah atau segar yang dapat mengingatkan kita pada buah.
Contohnya:
- lemon → citrus dan tajam
- apel → segar dan ringan
- berries → fruity dan juicy
- peach → manis dan lembut
Secara kimia, kopi memang mengandung berbagai jenis asam organik, dan komposisi asam tersebut berkontribusi terhadap persepsi rasa di dalam cangkir. (Specialty Coffee Association)
Ngopi Enak; Biji Kopi Terbaru!

Menikmati single origin adalah perjalanan eksplorasi rasa kopi yang menakjubkan, membawa karakter unik setiap biji kopi dari daerah asalnya, sambil menciptakan segala momen kebersamaan yang hangat dan berkesan di kenyamanan rumah.
- Kopi Single Origin Arabika dari Otten selalu menghadirkan kesan rasa yang baru secara berkala, pada kesempatan ini ada Arabika Ethiopia Danche, Arabika Sulawesi Mamasa dan Biji Kopi Terbaru Pada Pekan Ini!
- House Blend populer dari Otten menciptakan kesan rasa kopi susu yang istimewa, best seller Crema Espresso dan Golden Crema.
Alat Kopi Pour Over Ringkas

Alat kopi pour over menjadi teman setia dalam eksplorasi ngopi di rumah, memungkinkan setiap momen kebersamaan dihiasi dengan cita rasa kopi yang kaya dan aroma yang menggugah selera.
- Set Hario Alat Seduh Kopi & Teh yang sudah termasuk dalam paketannya; Tea Maker Blue, Hario V60 Coffee Dripper 02 Blue, Coffee Filter 02, Mini Drip Kettle 300ml, Hario Coffee Grinder Smart G dan Protective Case.
- Hario Alat Seduh Kopi Mini Coffee Dripper, coffee server yang lehernya sekaligus menjadi dripper kapasitas 240ml.
- Hario Coffee Dripper Mugen Switch yang menerapkan perendaman kemudian tetesan dengan kapasitas 200ml.
Mesin Kopi Kapsul Anti Ribet

Mesin kopi kapsul anti ribet menghadirkan kepraktisan dalam eksplorasi ngopi di rumah, menyajikan setiap cangkir kopi yang nikmat dengan cepat, sehingga segala momen kebersamaan dapat dinikmati tanpa kesulitan.
- Otten Retto Forest Green tekanan ekstraksi 20 Bar bisa menggunakan kopi kapsul dan bubuk kopi dengan tangki air 1.2 liter
- Otten Veloce Froth Master tekanan ekstraksi 19 Bar dengan tangki air 0.85 liter dan tangki susu 0.3 liter dengan opsi warna; putih dan hitam.
- Otten Opresso kapasitas tangki air 0.6 liter dengan tekanan ekstraksi 19 Bar dan tersedia ekstraksi espresso dan lungo, tersedia opsi warna; hitam, biru, putih, merah muda.
Espresso Maker Rumahan

Espresso maker rumahan memberikan kemudahan dalam eksplorasi ngopi di rumah, menghadirkan cita rasa kopi berkualitas tinggi yang sempurna untuk dinikmati dalam segala momen bersama keluarga dan teman.
- Flair Espresso Maker alat pembuat espresso rumahan dengan tuas penekanan menghasilkan espresso hingga 12 bar dan kapasitas air bervariasi sesuai modelnya, dari termurah Flair Neo Flex V2 harga 1 jutaan, Flair Classic, Flair Pro 3, Flair Pro 2, Flair 58 harga 10 jutaan paling canggih.
- Wacaco Espresso Maker alat mungil yang bisa mengkreasikan espresso tekanan 18 bar, seri Wacaco Minipresso GR2 dengan bubuk kopi, Wacaco Minipresso NS2 dengan kopi kapsul, seri travelingnya; Wacaco Nanopresso Hitam dan Putih
Grinder Kopi Praktis Rumahan

Grinder kopi praktis rumahan mengubah setiap biji menjadi kesempurnaan, menghadirkan pengalaman eksplorasi ngopi berkelas yang berkesan di rumah dalam segala momen kebersamaan.
Kalau kamu menyukai teh, buah, atau minuman yang terasa fresh, kopi dengan acidity yang lebih terasa mungkin menarik untuk dicoba. Sebaliknya, jika kamu lebih menyukai kopi yang smooth, round, dan tidak terlalu “bright”, cari deskripsi seperti low acidity, chocolatey, nutty, caramel, atau smooth.
4. Perhatikan body
Selain rasa, kopi juga memiliki body, yaitu sensasi berat atau tekstur kopi di mulut. Bayangkan perbedaan antara air putih dan susu. Keduanya cair, tetapi sensasi di mulutnya berbeda. Kopi dengan body ringan terasa lebih seperti teh: ringan dan bersih. Kopi dengan body sedang terasa lebih round dan seimbang. Kopi dengan body tinggi terasa lebih tebal, creamy, atau syrupy.
Body dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk roast profile dan metode brewing. Penelitian SCA mengenai roasting menunjukkan bahwa persepsi body dapat berubah sepanjang proses roasting dan dipengaruhi pula oleh perkembangan roast. (Specialty Coffee Association)
Untuk pemula, kamu bisa memilih berdasarkan kata-kata sederhana seperti light & tea-like, smooth & balanced, atau full-bodied & syrupy.
5. Flavor notes bukan berarti kopi diberi rasa
Kalau kamu membaca kemasan bertuliskan: Strawberry, jasmine, caramel, bukan berarti ada strawberry, bunga melati, atau karamel yang dimasukkan ke dalam kopi. Flavor notes adalah cara menggambarkan aroma dan rasa yang dapat kita persepsikan ketika menikmati kopi.

SCA dan World Coffee Research mengembangkan Coffee Taster’s Flavor Wheel sebagai alat untuk membantu orang mendeskripsikan karakter aroma dan rasa kopi. Sistemnya bergerak dari kategori umum menuju deskripsi yang semakin spesifik. (Specialty Coffee Association)
Jadi kalau kamu belum bisa menemukan rasa “jasmine” atau “blueberry” dalam kopi, tidak masalah.
Mulai saja dengan pertanyaan sederhana:
“Kopi ini mengingatkan saya pada apa?”
Bisa jadi cokelat, kacang, buah, teh, rempah, atau bahkan roti panggang.
6. Jangan memilih hanya berdasarkan origin
Nama daerah seperti Ethiopia, Colombia, Brazil, Kenya, atau Sumatra memang dapat memberikan petunjuk mengenai karakter kopi. Tetapi origin bukan satu-satunya penentu rasa. Varietas, proses pascapanen, roasting, penyimpanan, dan metode seduh juga ikut memengaruhi hasil akhir.
Karena itu, jangan berpikir:
“Kalau saya tidak suka kopi Ethiopia, berarti saya tidak suka kopi fruity.”
Bisa saja kamu mencoba Ethiopia dengan proses berbeda, roast berbeda, atau metode seduh berbeda dan mendapatkan pengalaman yang jauh berbeda.
7. Sesuaikan dengan cara kamu minum kopi
Ini sering dilupakan. Kopi untuk espresso belum tentu memberikan pengalaman yang sama ketika diseduh sebagai V60. Kalau kamu biasanya minum kopi susu, cobalah kopi dengan karakter chocolatey, nutty, caramel, atau medium roast. Kalau kamu minum kopi hitam dengan V60, kamu bisa mulai mengeksplorasi fruity, floral, citrus, atau tea-like. Kalau menggunakan French press, kopi dengan body lebih tinggi dan karakter chocolatey atau nutty bisa menjadi titik awal yang menarik. Dengan begitu, kamu tidak hanya mencari “kopi enak”, tetapi mencari kopi yang enak untuk cara kamu menikmatinya.

8. Cara paling efektif: buat eksperimen kecil
Daripada membeli satu kilogram kopi yang belum pernah dicoba, beli beberapa kemasan kecil. Misalnya, coba tiga kopi:
Kopi A — Chocolatey & Nutty
Medium roast
Kopi B — Fruity & Sweet
Light-medium roast
Kopi C — Floral & Citrusy
Light roast
Seduh dengan metode yang sama, lalu bandingkan.
Catat tiga hal:
Aroma: apa yang kamu cium?
Rasa: apa yang paling dominan?
Mouthfeel: terasa ringan, creamy, atau tebal?
Setelah beberapa kali mencoba, kamu akan mulai melihat pola. Mungkin ternyata kamu selalu memilih kopi yang chocolatey. Atau justru kamu ternyata lebih menyukai kopi fruity dan bright. Itulah cara menemukan coffee preference yang sebenarnya.
Jadi, kopi apa yang cocok untuk pemula?
Tidak ada satu jenis kopi yang secara universal paling cocok untuk semua pemula. Namun, jika benar-benar belum tahu harus mulai dari mana, pilih kopi dengan deskripsi medium roast, balanced, sweet, chocolatey, caramel, atau nutty. Profil seperti ini biasanya lebih mudah dipahami karena menggunakan karakter rasa yang familiar.

Setelah mulai terbiasa, naikkan level eksplorasi: coba fruity, citrusy, floral, fermented, atau berbagai proses pascapanen. Yang paling penting, jangan merasa harus menyukai kopi tertentu hanya karena dianggap lebih “specialty” atau lebih kompleks.
Selera bukan ujian.
Tujuan mengenal kopi bukan untuk menemukan jawaban yang benar, tetapi menemukan rasa yang membuatmu ingin kembali minum satu cangkir lagi. Dan mungkin, dari satu cangkir itulah perjalanan mengenal kopi benar-benar dimulai.
