CAPPUCCINO DENGAN ATAU TANPA LATTE ART? - Majalah Otten Coffee
Sejujurnya saya dan beberapa rekan seperkopian sering agak kecewa perkara cappucino klasik dengan taburan bubuk cokelat yang sering hilang di pasaran. Ah!
Munculnya tren latte art, banyak orang kini mengharapkan cappuccino dengan tampilan artistik, tetapi pertanyaannya, apakah latte art benar-benar perlu untuk secangkir cappuccino yang sempurna?
Apa Itu Cappuccino Sebenarnya?
Cappuccino adalah minuman kopi khas Italia yang terdiri dari tiga komponen utama: espresso, susu, dan busa susu tebal. Kombinasi inilah yang membuat cappuccino memiliki tekstur lembut dan rasa yang seimbang antara pahit dan creamy. Di Italia, cappuccino biasanya dinikmati pada pagi hari, sebagai pendamping sarapan.
Pada masa lalu, cappuccino klasik sering kali disajikan dengan permukaan datar yang ditaburi bubuk cokelat, memberikan sentuhan rasa yang berbeda. Pada saat itu, busa susu di atas cappuccino dibuat sangat tebal sehingga tidak memungkinkan adanya hiasan latte art. Namun, seiring perkembangan zaman, keindahan visual dalam secangkir kopi menjadi semakin penting bagi banyak orang. Latte art kini sering kali menghiasi permukaan cappuccino, dan penampilan cantik ini seakan menjadi standar di banyak kedai kopi.

Perubahan Tren: Cappuccino dengan Latte Art
Seiring dengan meningkatnya popularitas kopi specialty dan budaya nongkrong di kafe, latte art menjadi bagian penting dari pengalaman minum kopi. Banyak orang yang menyukai latte art karena bisa menambah kesan estetik pada secangkir kopi. Secangkir cappuccino tanpa latte art sering kali dianggap kurang menarik dibandingkan yang dihiasi dengan gambar cantik di permukaannya.
Namun, ada satu hal yang perlu kita ingat: latte art bisa mengubah struktur asli cappuccino. Untuk membuat latte art, barista biasanya harus mengurangi ketebalan busa susu di atas cappuccino. Padahal, ciri khas cappuccino adalah busa susu yang tebal dan creamy. Jadi, ketika latte art hadir di atas cappuccino, busa yang menjadi bagian penting dari minuman ini terkadang harus dikorbankan. Hal ini membuat beberapa penikmat kopi merasa cappuccino yang disajikan dengan latte art bukanlah cappuccino yang “sebenarnya.”
Apakah Latte Art Mengubah Esensi Cappuccino?
Ini adalah perdebatan yang terus berlangsung di kalangan pecinta kopi. Apakah cappuccino masih bisa dianggap autentik jika busa susu tebalnya dikurangi demi latte art? Bagi banyak orang, secangkir cappuccino adalah tentang pengalaman menyeluruh—rasa kopi yang kuat, tekstur lembut busa susu, dan kehangatan yang menenangkan.
Sebenarnya, latte art sendiri lebih cocok untuk minuman seperti caffe latte, yang memang memiliki busa susu lebih tipis dan permukaan yang lebih rata. Nama “latte art” pun berasal dari caffe latte, bukan cappuccino. Itulah mengapa beberapa orang merasa bahwa cappuccino seharusnya disajikan tanpa hiasan apapun, agar rasa dan teksturnya tidak berubah.
Namun, di sisi lain, ada juga yang berpendapat bahwa latte art adalah bentuk ekspresi seni dan keahlian barista. Mereka yang menyukai latte art merasa bahwa secangkir cappuccino dengan hiasan di atasnya memberikan pengalaman minum kopi yang lebih menarik, baik secara visual maupun emosional. Jadi, apakah kamu termasuk yang lebih memilih cappuccino dengan atau tanpa latte art?
Latte Art pada Cappuccino: Perdebatan di Kedai Kopi
Setiap kedai kopi punya standar yang berbeda dalam menyajikan cappuccino. Beberapa kedai memang menjadikan latte art sebagai bagian dari SOP mereka, termasuk untuk cappuccino. Jadi, tak heran jika kamu menemukan cappuccino yang selalu datang dengan hiasan gambar di permukaannya.
Namun, bagi penikmat cappuccino yang mengutamakan rasa dan tekstur, latte art bisa dianggap mengganggu esensi dari minuman itu sendiri. Apalagi jika busa susu yang tebal harus dikorbankan demi membuat latte art terlihat sempurna. Tidak ada yang salah, semua tergantung pada selera masing-masing.
Tetapi, mungkin ada baiknya jika barista tetap menjaga ketebalan busa susu meskipun ada latte art, sehingga cappuccino tetap mempertahankan keasliannya. Dengan cara ini, penikmat kopi masih bisa merasakan perbedaan antara cappuccino dan caffe latte, yang sering kali tertukar karena tampilannya yang mirip.
Kesimpulan
Pada akhirnya, semua kembali ke preferensi masing-masing. Apakah kamu lebih menikmati cappuccino dengan latte art yang indah atau justru lebih suka versi klasik tanpa hiasan apapun, yang terpenting adalah rasa dan pengalaman yang kamu dapatkan dari secangkir cappuccino tersebut. Bagi saya pribadi, cappuccino terbaik adalah yang hadir dengan busa susu tebal dan rasa yang menyatu sempurna—tanpa perlu tambahan apa-apa.

