RAGAM BUDAYA KOPI DI SELURUH DUNIA - Majalah Otten Coffee
Sajian kopi tumbuh bersama tradisi masyarakat setempat, dan di tiap negara hidangan kopi memiliki peran yang berbeda di kehidupan masyarakat sosial negara tersebut.
BUDAYA kopi di Indonesia erat kaitannya sebagai hidangan ketika mengobrol, dari kebiasaan ini jugalah siklus industri kopi tumbuh dan berkembang. Bisnis kedai kopi yang menyediakan ruang untuk minum di tempat, sangat sesuai dengan kebiasaan minum kopi masyarakat Indonesia. Walaupun sejatinya kebiasaan minum kopi di Indonesia sebagai hidangan peneman obrolan, ada juga beberapa orang yang kini minum kopi untuk kebutuhan. Menikmati tiap teguk momen berkualitas di secangkir kopi mereka, apakah itu di kedai kopi maupun menyeduhnya sendiri di rumah. Ingin mengetahui bagaimana kisah budaya kopi di negara lain, berikut ini saya rangkumkan untuk kamu.
Berawal dari sajian kopi, metode penyajian kopi tradisional hadir karena kebiasaan yang bertumbuh, seperti kopi tubruk, kopi klotok, dan sajian kopi lainnya. Begitu juga di negara lain yang memiliki sajian kopi tertentu yang tercipta karena kebiasaan masyarakat. Berbicara tentang mesin kopi, mengapa selalu dikaitkan dengan negara Italia?

Budaya kopi di Italia
Kebiasaan minum kopi masyarakat Italia secara umum dalam bentuk sajian espresso. Kopi yang dibuat secara cepat dan diminum juga sekali teguk langsung habis. Espresso sangat membantu aktivitas mereka yang inginkan energi secepat mungkin dan kembali ke rutinitas harian. Kopi cappuccino juga dikenal berasal dari Italia, uniknya cappuccino hanya diminum di pagi hari, tidak diminum di waktu lain. Kebiasaan minum kopi di Italia terbentuk bukan dalam waktu yang singkat, terbukti dari kedai kopi terlama yang ditemukan Caffee Greco didirikan pada tahun 1760 di Roma dan Florian di Venesia merupakan kedai kopi tertua di Italia.
Espresso diciptakan di Italia, melalui bubuk kopi yang dipadatkan kemudian dialirkan air panas secara cepat hingga menciptakan tekanan ke bubuk kopi. Penyebutannya “es-press-oh” tiap kali mereka ingin memesannya, dan tanpa duduk hanya berdiri kemudian orang Italia meneguknya sambil mengobrol santai seperlunya. Bahkan di lain kesempatan, jika kamu pergi ke Italia ketika memesan kopi maka kopi di sini mengacu pada sajian espresso. Variasi sajian kopi dari espresso juga cukup banyak, seperti caffè ristretto, Caffè Freddo, Caffé latte dan lainnya.

Budaya kopi di Meksiko
Masyarakat tradisional di Meksiko lebih dulu mengenal minuman coklat dibandingkan hidangan kopi. Maka di beberapa kurun waktu, banyak kedai kopi di Meksiko masih menyediakan kopi instan untuk pengunjungnya. Masyarakat tradisional di Meksiko sudah mengenal coklat hampir selama ribuan tahun. Café de olla merupakan salah satu hidangan kopi yang sering diandalkan di masa revolusi untuk mendapatkan energi. Secara tradisional disajikan menggunakan cangkir yang terbuat dari tanah liat, pembuatannya pun masih melibatkan penyaringan secara tradisional. Kemudian dihidangkan bersama gula merah, dan umum juga café de olla diteguk bersama potongan kayu manis untuk menambah rasa.
Café del olla juga terkadang disajikan seperti cappucino dalam gelas dengan susu yang di-steam. Seperti café con leche (dengan susu), dan di kedai kopi modern sajian ini melibatkan mesin espresso selama proses pembuatannya. Carajillo salah satu variasi hidangan kopi yang dicampur dengan alkohol, berasal dari Spanyol dan telah populer di Meksiko selama lebih dari satu abad. Banyak variasi sajian kopi di Meksiko yang berkembang dari budaya kopi masyarakatnya.

Budaya kopi di Jepang
Kopi diperkenalkan pertama kali oleh Portugis dan Belanda melalui perdagangan kapal di Jepang pada abad ke-16 dan ke-17. Lebih populer pada masa itu kopi dikenal sebagai obat-obatan dan memiliki efek narkotika, dan sering digunakan sebagai stimulan para Gesha di Nagasaki pada tahun 1600-an kemudian dianggap tabu oleh masyarakat Jepang. Budaya minum kopi sulit diterima oleh masyarakat di Jepang, Kahiichakan merupakan kedai kopi pertama yang berdiri di tahun 1888 dan hanya bertahan hingga 4 tahun. Hal ini karena budaya kopi masih dianggap asing oleh budaya Jepang. Selanjutnya, kopi mulai populer di tahun 1970-an, walaupun sebenarnya kopi masuk ke Jepang sekitar 100 tahun yang lalu.
Budaya kopi di Jepang kemudian mengalami perkembangan dan malah lebih agresif lagi ditandai banyaknya peralatan kopi dari Jepang yang begitu ikonik. Seperti Hario V60 yang ditemukan pada tahun 1921 kemudian di tahun 1964 menyebar secara masif. Dan masih banyak lagi peralatan kopi dari Jepang yang begitu istimewa seperti The Japanese Siphon Coffee Maker, Kyoto Slow-Drip Cold Brew dan lainnya.
Budaya kopi di Arab
Kebiasaan minum kopi sekarang ini memanglah dipelopori oleh bangsa Jazirah Arab sejak sekian lama. Ada kisah masyarakat yang berkembang tentang seekor kambing Ethiopia yang menemukan tanaman kopi pertama kali. Selanjutnya kopi mulai dikenal manfaatnya, dan pada masa itu masih ada yang belum menerima sajian minuman penuh energi karena masih bersifat misterius. Beberapa tahun selanjutnya, kopi dijadikan hidangan untuk orang Arab tetap terjaga saat berkerja berjam-jam. Sekitar abad ke-15, kopi dikonsumsi untuk banyak hal, tapi masih menyisakan pro-kontra. Di tahun 1524 Sultan Turki Ottoman menerbitkan fatwa bahwa kopi aman, di lain tempat di tahun 1534 kedai kopi dan gudang kopi larangan kopi dikonsumsi diberlakukan kembali.
Penyajian kopi di Arab paling sering ditemukan di keluarga bangsawan pada masa itu, dan yang menyeduhnya pun harus memiliki keahlian khusus. Proses penyeduhannya begitu ketat, hanya dibuat untuk momen-momen tertentu. Namun sekarang, kopi bisa dihidangkan di tiap rumah dengan segala variasi sajiannya. Penyeduhan kopi Arab dan kopi Turki hampir sama, merebus bubuk kopi dan menghasilkan cita rasa yang kuat.

Budaya kopi di Turki
Kopi pertama kali dibawa ke Turki pada tahun 1555 oleh dua pedagang Suriah. Selanjutnya kopi diolah dan diproses berdasarkan teknik lokal, menggunakan peralatan khas Turki seperti cezve (teko kopi) dan fincan (cangkir kopi). Kedai kopi paling awal di Istanbut sangat didekorasi. Kedai kopi dulunya masih menjadi tempat orang minum kopi, bercakap-cakap, berbagi berita, membaca buku dan bersosialisasi. Metode pembuatan kopi di Turki diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Hal ini juga terkait ritual penyeduhan kopi untuk momen-momen tertentu di masyarakat Turki.
Kopi Turki dibuat dengan menghaluskan biji kopi kemudian dimasukkan ke dalam teko kopi (cezve) bersamaan air dan gula, merebusnya hingga mendidih. Seketika mendidih, 1/3nya dituang ke cangkir, kemudian mengembalikan teko kopi ke pemanas dan mendidih lagi menuangnya kembali ke cangkir. Kopi Turki secara tradisional disajikan dalam cangkir porselen kecil yang disebut kahve finjani.
Masyarakat peminum kopi menikmati cara enak minum kopi menurut mereka dan menjadi kebiasaan sehingga membentuk budaya minum kopi. Begitu pun budaya minum kopi masyarakat Indonesia yang berbeda-beda di tiap daerah. Sungguh nikmat bisa jelajah kopi nusantara yang kaya akan budaya.
sumber: coffeebeanroad.com


