BINGUNG CARA MENIKMATI KOPI? MARI BACA 3 HAL INI! - Majalah Otten Coffee
Menikmati berarti tak sekedar meneguk hingga tandas. Menikmati berarti mencecap, meresapi rasa, menghargai proses dan mencandu hasilnya.
BANYAK newbie coffee drinkers datang pada kami (tim Otten Coffee) dan bertanya bagaimana caranya agar bisa menikmati kopi dengan maksimal. Beberapa orang datang dengan pengetahuan yang baru lalu mendadak jadi guru. Sisanya datang tanpa pengetahuan lalu merasa ‘rendah’ di kalangan kasta perkopian yang (sayangnya) semakin kejam saja. Kami, saya dan beberapa tim tidak menyalahkan keduanya. Industri ini berkembang terus dan menghasilkan begitu banyak perdebatan di antara debut beragam metode seduh dan debar perihal canggihnya alat kopi yang lahir. Sedang kita, manusia yang biasa-biasa saja dan baru saja mulai menikmati kopi kebingungan untuk pertanyaan paling sederhana: bagaimana sebenarnya cara menikmati kopi itu?

Listen But Not Listen
Dengar dari para pendahulu tentang segala hal yang berhubungan dengan kopi. Dengar pendapat dari banyak kepala. Serap ilmu dan teori yang ada dan racik sendiri dengan kesimpulan yang kamu sendiri yang tahu. Karena apapun ceritanya rasa kopi tetaplah berpulang pada lidahmu. Sejuta orang bisa mengatakan kopi ini enak dan cara seduh ini yang paling mantap, tapi jika lidahmu berkata tidak maka nikmat takkan bisa hadir, kawan. Jadi dengarkanlah saja lalu temukan sendiri nikmatnya. Not listen, jika ada pendapat menghakimi perihal selera kopimu tentu abaikan saja. Orang yang suka durian takkan pernah menganggap buah manggis enak kecuali dia suka manggis juga. Begitulah sebaliknya. Menikmati kopi perkara suka tidak suka, subjektif, personal. Maka jujurlah pada seleramu saja.

Teori Penting, Praktik Lebih Penting
Kamu mungkin saja telah membaca buku-kopi kopi yang ditulis oleh para pesohor yang namanya harum di industri kopi dunia. Atau membaca melalui situs kopi yang dimiliki oleh barista champion yang menggondol award bergengsi. Tapi kita bukanlah mereka. Yang mereka hasilkan mungkin mengagumkan dan bisa dicontoh tapi beberapa dari kita tak terlalu peduli soal kompetisi, sains atau apapun namanya itu. Kita hanya peduli soal kopi enak yang bisa dinikmati dengan hati riang. Maka baca dan pelajarilah teorinya tapi bereksperimenlah dengan diri sendiri. Lakukan praktik dengan alat seduhmu hingga lidah dan inderamu menemukan nikmat yang at least kamu akui sendiri.

Beradalah di Tiap Gelombang
Penikmat kopi paling keren menurut saya adalah mereka yang mampu menikmati kopi yang ada di tiap gelombang. Karena setiap gelombang memiliki ciri dan keunikannya sendiri-sendiri. Third Wave Coffee dengan slow coffee style-nya tentu berbeda dengan Second Wave Coffee-nya espresso era. Di dua gelombang ini penikmat mampu memberi perbedaan pasti soal rasa kopi dan secara hebat mampu menikmati keduanya. Bukan malah membanding-bandingkan bahwa Gelombang Ketiga lebih baik dari Gelombang Kedua. Saya sendiri memiliki kenalan seorang yang harum namanya di indsutri kopi negeri ini yang mampu menikmati kopi tubruk tanpa gelombang sama khitmadnya dengan filter coffee yang diseduh dengan kehati-hatian luar biasa. Menurutnya kopi adalah kopi. Yang mampu menikmatinya dengan cara apapun maka dia adalah penikmat kopi tingkat tinggi.
Saya setuju, karena nikmat kopi tak pilih kasih. Kita saja yang suka sok asyik sendiri.

