BIBIT KOPI INDONESIA UNTUK PETANI KOPI LOKAL NUSANTARA - Majalah Otten Coffee
Industri kopi bergerak begitu dinamis, bahkan sangat meriah lagi jika melihat pertumbuhan peminum kopi yang kian banyak, dan juga bisnis kedai kopi yang bermunculan di tiap kota di Indonesia.
RAGAM kopi nusantara dengan nikmat kopi khasnya menjadi pilihan membahagiakan jika berkesempatan mencobanya, mengeksplorasi rasa di tiap teguk seduh kopi yang ditanam oleh petani kopi lokal. Sekarang ini indutri kopi kembali bergerak setelah melewati tantangan pandemik, sempat mengalami lesuh karena permintaan kopi skala dunia menurun. Efeknya, peminum kopi mengurangi aktivitas minum kopi, kedai kopi yang tutup sementara, jumlah biji kopi yang disangrai menurun di roastery, dan tentu mempengaruhi keberlangsungan usaha petani kopi menjual hasil panennya.

Program “Bibit Kopi Indonesia” hadir untuk menjawab keterbatasan yang dialami petani kopi menghadapi tantangan pasa masa pandemik. Sebagai bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlangsungan industri kopi, setiap pembelian biji kopi sebenarnya penikmat kopi berpartisipasi langsung mendukung industri kopi tetap bergerak. Melalui Otten Coffee, hasil panen green bean petani kopi didistribusikan dengan cara menyangrainya dan penikmat kopi bisa dengan mudah mencoba sekaligus menikmati lebih dari 84 jenis kopi lokal Single Origin.
Biji kopi yang kamu seduh kemudian kamu minum, tanpa sadar sudah menjaga kestabilan industri kopi, dan tentunya berujung mendukung petani kopi tetap menanam bibit kopi berkualitas. Pandemik merupakan salah satu tantangan yang dihadapi petani kopi lokal, dan mengejutkannya ternyata masih banyak masalah yang harus dihadapi oleh petani kopi lokal di Indonesia. Kami menemukan fakta ketika berkunjung untuk menyalurkan bibit kopi untuk para petani kopi.

Pak Imanuel petani kopi lokal di perbatasan tanah Karo di ujung kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Mendedikasikan dirinya bertanam kopi sudah lama, dan belajar sendiri merawat tanaman kopi, walaupun hasilnya sering kali kurang memuaskan saat panen tiba. Belum lagi permasalahan saat merawat tanaman kopi, pohon kopi yang diharapkan mendapatkan panen beberapa bulan lagi, sayangnya diserang hama. Hama penggerek ini istilah petani kopi tempatan, hama yang menyerang bagian dalam batang pohon, mengambil nutrisi pohon dari dalam, sehingga pohon kopi tidak tumbuh lagi.

Sementara itu, sebuah pasar tradisional di Doloksanggul adalah pusat perniagaan yang sering dikunjungi oleh petani kopi lokal di desa Ria-Ria, kecamatan Pollung, kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Petani kopi lokal setiap hari Jum’at akan membawa gabah kopi mereka untuk dijual, dan hasil penjualannya langsung dibelanjakan keperluan rumah tangga di pasar ini. Hanya saja, beberapa petani kopi lokal merasa bahwa harga tawar yang diperoleh terkadang tidak sesuai dengan yang diharapkan dan tidak cukup menutupi kebutuhan rumah tangga mereka.

Pak Adri petani kopi lokal di desa Ajinembah, kecamatan Merek, kabupaten Karo, Sumatera Utara. Tantangan yang sering dihadapinya adalah menjaga kualitas panen yang konsisten, salah satu sebabnya pada saat memetik buah ceri kopi. Pada masa panen tiba, masyarakat diupah untuk memetik buah ceri kopi, hanya saja yang dipetik terkadang tidak benar-benar merah sempurna. Hal inilah yang menjadi tantangan pak Adri, menjaga kualitas panennya.
Tugas kita sebagai peminum kopi, tetaplah menikmati aktivitas minum kopi agar industri kopi Indonesia terus bergerak. Kisah kami berkunjung ke kebun kopi, bisa kamu temukan di Single Origin Trip.

