BERKENALAN DENGAN KOPI MONYET - Majalah Otten Coffee
Jika kopi luwak telah dikenal luas oleh masyarakat dunia, maka kopi monyet atau kopi kera sedikit lebih tidak popular meski sama-sama memanfaatkan proses campur tangan hewan dalam pengelolaannya.
BANYAK yang mengira bahwa luwak adalah satu-satunya hewan yang berkontribusi dalam mencipta ‘cita rasa’ pada kopi. Padahal ada beberapa hewan lainnya yang kurang lebih sama memiliki ‘hobi’ terhadap ceri kopi. Ada gajah di Thailand dan ada monyet atau primata yang diketahui popular di India
Mengenal Kopi Monyet

Kali ini Majalah Otten akan sedikit membahas tentang kopi dari monyet ini. Kopi dari monyet ini ditemukan di Chickmagalur, India. Tepatnya di provinsi Karnataka yang terkenal lewat gunung dan pantainya. Di sini memang ditumbuhi tanaman kopi yang ternyata memiliki keunikan perihal romansa antara hewan primata penyuka kopi dengan tanaman kopinya.
Seperti luwak yang memilih kopi lalu mencernanya dan mengeluarkan kopi dalam bentuk feses. Maka kopi ini sedikit berbeda. Jenis kera dari spesies Rheus ini memilih ceri kopi dan mengunyahnya hingga (mungkin) manis pada ceri kopi itu hilang. Alih-alih menelan bijinya, mereka membuang biji kopi tersebut. Jadi ceri kopi yang dipilih untuk dihisap rasa manisnya saja. Sedangkan bijinya dibuang ke tanah. Dengan kata lain kera atau monyet ini akan mengambil ceri kopi terbaik, mengunyah buahnya atau mengisap dan mengulumnya dengan sungguh-sungguh lalu ketika daging dan kulitnya hampir hilang, mereka membuang biji kopi tersebut ke tanah. Kopi yang sudah penuh ludah dan habis manis sepah dibuang itulah yang dinamakan cikal bakal kopi monyet atau kopi kera.
Kopi Sisa Kudapan Monyet
Warna dari green bean sisa ‘kudapan’ monyet-monyet ini akan berwarna hijau keabu-abuan. Hasil pembuangannya ini lalu dikumpulkan oleh para petani dan kemudian dicuci, dibersihkan, diproses dan dikeringkan. Bentuk fisik green bean-nya ini sering tidak sempurna karena terkadang ada bekas gigi dari monyet-monyet tersebut. Jadi fisik dari biji kopi monyet ini seringnya terlihat seperti defect karena memang telah mengalami proses yang cukup brutal di dalam mulut para monyet. Tapi itulah istimewanya dan ini tidak dianggap sebagai cacat fisil.

Rasa Kopi Monyet Lebih Flavorful
Lalu apa yang membuat kopi ini istimewa? Para petani percaya bahwa ludah dan saliva dari hewan ini memberikan enzim yang mampu mengubah rasa dan flavour kopi menjadi lebih baik dan lebih kaya. Istilahnya lebih flavourful karena proses yang dilakukan hewan ini menyebabkan keluarnya taste yang tak didapatkan dari manapun.
Lalu berapa harga kopi ini? Luar biasanya kopi dari monyet ini ternyata jauh lebih mahal dari kopi luwak. Harga 1 pound-nya (atau sekitar 456 gram kopi) dibandrol seharga $320 US. Well, buat yang penasaran dengan kopi ini harus rela berkorban untuk harga yang tak murah. Kira-kira ada yang berminat mencoba?
Rekomendasi Kopi Terbaru Otten Coffee untuk V60, French Press, AeroPress dan metode manual brew.
Artikel disunting dari thespruce.com
Foto utama dari agriculturewire.com

