BENARKAH KOPI TUBRUK HARUS MENGGUNAKAN GILINGAN KOPI PALING HALUS? - Majalah Otten Coffee
Kopi tubruk dan pesonanya takkan benar-benar bisa lekang khususnya di budaya kita. Kopi ini sudah ada sejak lama. Tak hanyut digerus gelombang. Tetap dinikmati tak lekang zaman.
SAYA sendiri masing sering menikmati kopi tubruk. Meski tidak sama seperti tubruk yang mungkin dulu dinikmati di rumah kakek nenek kita. Dahulu kopi tubruk yang akrab di kehidupan masa lalu saya adalah secangkir kopi hitam pekat yang dimasak bersama air. Jadi kopi dengan level gilingan paling halus dimasak dengan air mendidih. Setelah itu disajikan bersama gula. Tentu dengan gorengan di sebelahnya.
Di kepala banyak orang kopi tubruk haruslah dibuat dengan kopi dengan level gilingan paling halus. Saya tak tahu pasti kenapa. Namun setelah saya bertanya kepada beberapa teman dan juga para tetua, faktor ini datang dari kopi pasar yang memang sudah tersaji dalam kemasan yang isinya kopi dengan level superhalus.
Jadi memang tidak ada pilihan. Mau tidak mau kopi tubruk dibuat dari kopi yang digiling halus. Orang-orang pada masa itu tidak memilih level gilingan. Bahkan di warung-warung kopi tradisional kopi tubruk masih tersaji lewat kopi halus yang dibeli di pasar. Tidak ada salahnya memang. Toh kopi tubruk memiliki pasar dan pesonanya sendiri. Dinikmati dengan suka cita tanpa memperdebatkan variabel dan rupa-rupa rasa.

Namun, jika kamu ingin menikmati kopi tubruk dengan cara yang ‘lebih masa kini’, kamu sah-sah saja kok menyeduhnya dengan kopi yang digiling medium seperti yang saya lakukan. Dan rasanya masih luar biasa nikmat! Untuk saya kopi tubruk terbaik itu digiling medium. Lalu ‘ditubruk’ dengan air panas mendidih yang sudah didiamkan 3-4 menit. Lalu siram pada kopi lalu aduk rata. Namun jangan buru-buru dinikmati. Diamkan lagi 2-3 menit hingga ampas turun ke dasar cangkir. Lalu nikmatilah! Bam! Nikmat sekali.
Metode tubruk yang seperti ini sangan menolong ketika kamu berpergian dan tidak bawa alat kopi. Rasanya mirip hasil seduhan french press namun dengan body yang lebih tebal sedikit tapi tetap menyenangkan.
Kembali ke judul, benarkah kopi tubruk harus menggunakan gilingan kopi paling halus? Jawabannya tidak. Apalagi jika kamu punya pilihan!

