BELAJAR AROMA KOPI, MENIKMATINYA JADI SEMAKIN ISTIMEWA - Majalah Otten Coffee
Meneguk kopi bahkan wine sekalipun, para pecintanya akan menikmati aroma yang tersirat untuk pertama kali, selanjutnya mencecap rasa dari tiap teguk.
BELAJAR aroma kopi sangat direkomendasikan untuk mereka yang berkarir di industri kopi terkait mengevaluasi dan menganalisis rasa yang terkandung pada kopi tersebut. Namun pun demikian, untuk pecinta kopi yang ingin memaksimalkan pengalaman meneguk kopi, tidak ada salahnya juga mempelajari aroma. Tidak hanya minuman kopi saja, bahkan minuman wine juga memiliki aroma khasnya. Mengeksplorasi aroma pada kopi sebelum meneguknya, akan menciptakan persepsi rasa dan semacam mengaktifkan kesan rasa yang tersimpan dalam ingatan. Ketika kamu meneguknya setelah persepsi rasa mulai bangkit, maka pengalaman minum kopi menjadi lebih berkesan.
Sebagai penikmat kopi mungkin sedikit membingungkan dengan istilah aroma, taste dan flavor. Penggunaan kata ini sering sekali dijumpai pada deskripsi produk biji kopi, dan ternyata inilah maknanya.
- Aroma adalah wewangian/bebauan khas dari kopi yang diseduh, dan dirasakan oleh hidung. Aroma terkait juga dengan kesan rasa diingatan dan membangkitkan emosi tertentu.
- Taste adalah pengalaman lidah merasakan suatu kesan rasa dari kopi.
- Flavor adalah pengalaman menyeluruh mencakup aroma dan taste, serta pengalaman yang dirasakan oleh mulut.
4 Tipe Aroma Kopi
Specialty Coffee Association membagi aroma kopi menjadi 4 kategori, dan melalui kategori ini akan semakin mudah untuk kamu yang ingin mempelajari aroma dari sajian kopi kamu. Secara spesifik kamu akan dengan gampang menjelaskan aroma kopi yang kamu rasakan. Mari kita lihat apa saja kategori tersebut.
Enzymatic Aromas
Aroma yang paling menyenangkan dan unik, merupakan hasil reaksi enzimatik yang terjadi di dalam biji kopi itu sendiri selama pertumbuhan dan pemrosesan, yang kemudian diseduh. Sebagai contoh;
- Fruity (blueberry, apple, apricot)
- Citrus (lime, lemon)
- Floral (tea rose, cardamom)
- Herby (garden peas, cucumber, basil)
Sugar Browning Aromas
Kategori aroma ini kerap hadir ketika reaksi maillard dari proses pemanggangan, saat senyawa gula pada biji kopi menjadi karemel (kecokelatan) dan senyawa rasa pun hadir. Antara lain;
- Chocolatey (vanilla, dark chocolate, butter)
- Caramel-y (caramel, honey, hazelnut)
- Toasty (roasted peanut, walnut, toast)
Dry Distillation Aromas
Aroma ini hadir selama biji kopi disangrai dan sangat bergantung pada preferensi roaster ingin mengembangkan biji kopi ke arah mana. Aroma kategori ini antara lain;
- Woody (cedar, pine)
- Spicy (anise, clove, pepper)
- Carbony (tobacco, smoke)
Aromatic Taints
Kategori aroma ini umumnya menjadi pertanda bahwa sampel biji kopi yang disangrai adalah biji kopi yang berkualitas rendah. Sangat jarang ditemukan ketika kamu menyeduhnya, karena biji kopi dengan aroma kategori ini tidak dipasarkan.
- Fermenty (bad wine, spoiled fruit)
- Leathery (rubber, leather, beef)
- Grassy (straw, potato)
Peralatan Pendukung Mempelajari Aroma Kopi
Le Nez Du Vin Masterkit merupakan sepaket 54 aroma palette untuk mempelajari kriteria aroma secara detail. Le Nez Du Vin umum digunakan para profesional dunia di industri kopi dan industri wine, untuk menjaga daya ingat mereka akan aroma. Menikmati aroma kopi tentang pengalaman wewangian apa saja yang pernah dirasa oleh hidung kamu. Tidak akan mungkin kamu bisa menjelaskan aroma buah yang ada pada kopi sementara kamu belum pernah tau wangi buah tersebut.

Pengalaman profesional di industri kopi Nora Smahelova, terbantu membedakan aroma vanilla, cokelat dan karamel serta membantu mengklarifikasi aroma lainnya. Sehingga Nora bisa berada di level yang sama dengan orang di industri kopi dunia, menjelaskan aroma kopi saat cupping ataupun untuk pengalaman minum kopi hariannya. Begitulah ucap Nora Smahelova, German Barista Champion, Co-Owner of Chapter One Coffee in Berlin, World Coffee Events judge, Authorised SCA Trainer dan banyak lagi.
Paolo Basso seorang ahli wine terbaik dunia tahun 2013 dan ahli wine terbaik eropa tahun 2010 mengungkapkan, Paolo menggunakan Le Nez Du Vin ketika mengawali karirnya di industri wine. Mengedukasi dirinya sendiri dan meningkatkan ketajaman penciumannya, dan hingga sekarang Le Nez Du Vin masih membersamainya. Sangat membantu menjadi trainer untuk melatih peserta dari hotel management school, dan pelopor muda di indutri wine seluruh dunia.
sumber: homeground, javapress



