KEBIASAAN NGOPI DI TIMUR TENGAH - Majalah Otten Coffee
Mumpung sedang bulan ramadan, tak ada salahnya sedikit mengulik tentang kebiasaan ngopi negara-negara islam khususnya Timur Tengah. Karena beda negara, beda pula cara menikmati kopinya. Dan di Arab Saudi, Timur Tengah dan sekitarnya mereka memiliki cara istimewa dalam menyeduh kopi.

SEORANG kerabat yang bekerja di Timur Tengah bercerita kepada saya bahwa orang-orang Arab dan Timur Tengah memiliki cara unik dalam menikmati kopi mereka. Meski tak dapat dipungkiri bahwa kedai kopi modern di sana yang menyajikan menu-menu umum seperti espresso dan teman-temannya serta filter coffee, tapi kebudayaan minum kopi secara tradisional masih dilakukan di rumah-rumah.
Minum kopi di Timur Tengah telah ada sejak zaman nabi. Jadi kopi bukanlah suatu hal yang baru untuk negara-negara Islam di Timur Tengah dan sekitarnya. Bahkan diketahui pada masa lalu kedai kopi adalah media untuk orang-orang besar berkumpul. Tak hanya untuk menikmati kenikmatan kopi, tapi juga membicarakan hal-hal besar. Mulai dari strategi perang, membicarakan bisnis dan perdagangan dan masih banyak lagi. Dan hingga kini ritual minum kopi tetap mengakar kuat bagi para penduduknya. Lalu bagaimana sebenarnya orang-orang di Arab dan sekitarnya menikmati kopi mereka?

Kopi Umumnya Tidak Diseduh, Tapi Direbus
Kopi untuk mereka tidak diseduh seperti layaknya kopi Gelombang Ketiga. Tidak juga menggunakan paper filter dan alat seduh lainnya. Cukup dengan mendidihkan air dengan alat yang disebut dallah yaitu semacam pot atau teko yang corongnya sempit. Lalu menggunakan kopi yang digiling halus dan mencampurkannya dengan kapulaga bubuk. Kopi dan kapulaga direbus bersama air dan disajikan pada cangkir-cangkir keramik kecil. Dengan kata lain kopi di Timur Tengah ini umumnya dimasak seperti kopi-kopi tradisional di Indonesia. Hanya saja alat masaknya yang berbeda.

Kopi Tidak Disajikan Manis
Arabian Coffee ini tidak disajikan manis. Tidak diberi tambahan gula, madu, susu, krim atau apapun. Satu-satunya yang ditambahkan hanyalah bubuk kapulaga saja. Dan kopi yang biasa digunakan adalah kopi robusta yang pahit dan kuat aromanya. Jadi jika kamu ingin menikmati kopi ala Timur Tengah maka jangan coba-coba menambahkannya dengan ‘manis’ lainnya. Tapi seiring dengan berjalannya waktu banyak modifikasi tentang seduh kopi di Timur Tengah meski asal mulanya memang kopi pahit yang dimasak dengan alat bernama dallah.

Dinikmati Bersama Kurma dan Manisan
Jika kopi yang disajikan di kedai kopi disajikan bersama kukis dan biskuit, maka arabian coffee ini disajikan dengan kurma. Selain kurma biasanya kopi di sini dinikmati bersama kismis, manisan atau bisa juga kacang-kacangan yang memang menjadi komoditi dari negara tersebut. Intinya kopi di sini jarang sekali dinikmati tanpa camilan. Kopi dinikmati sambil ngobrol atau berdiskusi dan kurma serta manisan menemani kopi itu sebagai camilannya. Sepertinya cocok dinikmati sehabis berbuka ya?

Aroma adalah Kunci!
Oleh karena itu, diperlukan kopi robusta segar beraroma terbaik untuk jadi bahan baku utamanya. Dan jangan lupa sentuhan kapulaga sebagai kunci dari segala kenikmatan dan aroma dalam nikmat cangkir arabian coffee-mu! Tapi sekarang di Timur Tengah banyak juga yang menikmati kopi arabika dan jenis-jenis kopi lainnya. Intinya mereka sudah terbuka dengan aneka jenis kopi apapun.
Kopi Di Timur Tengah Sekarang
Perkembangan industri kopi di Timur Tengah sangat pesat. Ada banyak sekali coffee shop specialty dan roastery yang menjamur di sini. Meski negaranya tidak bisa tumbuh kopi, namun industrinya kerap bertumbuh. Bahkan brand kopi sekelas % Arabica pun membuka gerainya di Kuwait.
Jadi kapan kamu mau coba bikin arabian coffee yang menggoda ini?
