BAGAIMANA KECENDERUNGAN SELERA NGOPI ORANG INDONESIA? - Majalah Otten Coffee
Di luar kopi susu kekinian, variasi kopi-kopi berbasis espresso ternyata masih lebih diminati.
MENJELANG akhir 2019 lalu, kami mencoba meneliti kecil-kecilan tentang selera ngopi orang Indonesia. Penyebabnya sebagian besar karena penasaran saya sendiri. Perkembangan tren kopi di Indonesia selalu saja disambut gegap gempita, apapun bentuknya. Mulai dari seduh manual hingga yang sekarang sedang fenomenal: kopi susu kekinian. Setiap gelombang yang datang ke Indonesia selalu saja ada peminatnya, meskipun tren terakhir tampaknya mulai membentuk pasar (dan segmentasi) sendiri. Tapi, tetap saja kejadian-kejadian unik ini memantik keingintahuan. Kalau kita bisa memetakan seperti apa kira-kira selera ngopi orang Indonesia, maka bagaimana hasilnya?
Disclaimer. Penelitian kecil-kecilan ini dilakukan melalui platform media sosial Otten Coffee dan melibatkan sekitar 8000 responden Otten Coffee yang umumnya tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua. Sehingga setidaknya kami boleh telah menganggap bahwa data yang diperoleh sudah mewakili peminum kopi Indonesia rata-rata dan secara umum.
Pada penelitian ini pula kami tidak menyertakan kopi susu kekinian sebagai salah satu pilihan untuk menyempitkan variabel datanya.
Seperti apa kira-kira kecenderungan selera ngopi orang Indonesia? Mari kita simak dari infografis berikut ini.
Semacam kesimpulan.
Hasil menarik yang bisa digarisbawahi dari riset ini adalah bahwa ternyata banyak yang lebih meminati café latte dibandingkan cappuccino. Dilihat dari kecenderungan sebagian besar orang yang memilih café latte mulai dari jam 11 siang hingga 6 sore. Setelahnya, cappuccino yang notabene bertekstur lebih padat dan foamy justru lebih banyak dipesan menjelang dan saat malam hari. (Sangat bertolak belakang dengan negara asalnya Italia dimana cappuccino lebih banyak diminum saat pagi hari dan terakhir kali dipesan jam 11 siang).
Sementara kopi paling mahal yang pernah dipesan jatuh pada pilihan seduh manual (filter coffee). Agaknya masuk akal mengingat satu serve kopi geisha bisa dihargai ratusan ribu, dibandingkan dengan espresso-based yang umumnya berada pada rentang harga di bawah 50 ribu. Namun, secara umum, kebanyakan orang Indonesia dapat mentolerir harga kopi yang mereka konsumsi jika itu berada pada kisaran harga 25 ribu hingga 39 ribu.
Selamat minum kopi.
—


