Atlet yang Paling Banyak Mengonsumsi Kopi - Majalah Otten Coffee
Kopi bukan sekadar minuman untuk memulai pagi. Di dunia olahraga profesional, kopi dan kafein telah menjadi bagian dari strategi untuk menjaga konsentrasi, mengurangi rasa lelah, dan membantu atlet mempertahankan performa. Dari pelari maraton hingga pesepeda jarak jauh, kafein digunakan sebagai salah satu pendukung performa, meskipun jumlah dan cara konsumsinya berbeda-beda.

Namun, pertanyaan tentang atlet yang paling banyak mengonsumsi kopi perlu dijawab dengan hati-hati. Belum ada pemeringkatan global yang kuat dan representatif untuk menentukan cabang olahraga dengan konsumsi kopi terbanyak. Sebagian besar penelitian mengukur konsumsi kafein dari berbagai sumber, termasuk kopi, minuman energi, gel olahraga, dan suplemen. Meski demikian, riset terbaru memberikan gambaran tentang cabang olahraga dan kelompok atlet yang memiliki alasan kuat untuk menggunakan kafein.
1. Pelari maraton dan atlet lari jarak jauh
Pelari maraton, pelari half marathon, dan atlet lari jarak jauh termasuk kelompok yang relevan ketika membicarakan penggunaan kopi untuk mendukung performa. Olahraga endurance menuntut tubuh bekerja dalam waktu lama, sementara kelelahan fisik dan mental dapat memengaruhi kemampuan mempertahankan kecepatan.

Kafein bekerja terutama dengan memengaruhi reseptor adenosin di otak. Adenosin berperan dalam munculnya rasa kantuk dan kelelahan. Dengan menghambat sebagian efeknya, kafein dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi persepsi usaha ketika berolahraga.
Posisi resmi International Society of Sports Nutrition (ISSN) mengenai kopi dan performa olahraga menyimpulkan bahwa kopi dapat membantu performa dalam berbagai jenis aktivitas, termasuk olahraga aerobik. Efeknya dipengaruhi oleh dosis, waktu konsumsi, kebiasaan minum kopi, dan sensitivitas individu.
Bagi pelari, manfaat tersebut tidak berarti kopi otomatis membuat seseorang berlari lebih cepat. Pengaruhnya berbeda pada setiap orang, dan konsumsi yang berlebihan dapat memicu gangguan pencernaan, jantung berdebar, atau masalah tidur.
2. Pesepeda jarak jauh
Balap sepeda jalan raya dan bersepeda jarak jauh membutuhkan kombinasi daya tahan, konsentrasi, serta kemampuan mempertahankan tenaga selama berjam-jam. Dalam kondisi seperti ini, kafein menjadi salah satu pilihan bantuan ergogenik, yaitu zat yang digunakan untuk mendukung performa fisik.

Pesepeda dapat memperoleh kafein melalui kopi sebelum latihan, minuman berkafein, atau produk nutrisi olahraga selama perlombaan. Akan tetapi, penggunaan produk-produk tersebut tidak boleh disamakan dengan jumlah cangkir kopi yang diminum.
Kafein juga bukan pengganti karbohidrat dan cairan. Atlet tetap memerlukan strategi asupan energi, elektrolit, dan hidrasi yang sesuai dengan durasi latihan serta kondisi cuaca. Kopi dapat menjadi bagian dari rutinitas, tetapi tidak menggantikan kebutuhan nutrisi utama.
3. Atlet triatlon
Triatlon menggabungkan renang, bersepeda, dan lari dalam satu perlombaan. Karena durasinya panjang, atlet perlu mengelola energi, fokus, dan strategi nutrisi dengan cermat. Kafein dapat menjadi salah satu komponen strategi tersebut.
Meski demikian, tidak semua atlet triatlon memilih kopi sebagai sumber kafein. Sebagian menggunakan gel atau minuman olahraga karena lebih mudah dibawa dan dikonsumsi saat berlomba. Dengan demikian, triatlon termasuk cabang yang masuk akal untuk dikaitkan dengan penggunaan kafein, tetapi belum terbukti sebagai cabang dengan konsumsi kopi paling tinggi.
4. Atlet sepak bola profesional
Berbeda dari pelari dan pesepeda, pemain sepak bola membutuhkan kombinasi daya tahan, sprint berulang, pengambilan keputusan, dan koordinasi. Kafein dapat membantu kewaspadaan serta beberapa aspek performa fisik.

Sebuah penelitian terhadap 22 pemain dari satu klub English Premier League, yang diterbitkan dalam Journal of Sports Sciences dan tersedia di PubMed, menemukan bahwa 55% pemain menggunakan kafein selama pertandingan. Rata-rata asupan pada pemain yang mengonsumsinya mencapai sekitar 233 miligram, atau 2,8 miligram per kilogram berat badan. Kafein diberikan melalui kapsul, minuman, dan permen karet berkafein.
Angka tersebut menunjukkan bahwa penggunaan kafein di sepak bola profesional cukup nyata. Namun, penelitian ini mengukur konsumsi selama pertandingan, bukan kebiasaan minum kopi harian seluruh pemain sepak bola.
5. Atlet olahraga tarung
Petinju, atlet kickboxing, dan atlet olahraga tarung lainnya membutuhkan refleks, fokus, serta kemampuan melakukan gerakan eksplosif secara berulang. Kafein menarik bagi kelompok ini karena berpotensi mendukung kewaspadaan dan performa dalam aktivitas intensitas tinggi.
Salah satu penelitian terbaru yang terbit di Scientific Reports pada 5 Oktober 2026 menguji kopi berkafein pada 15 atlet olahraga tarung putra tingkat nasional. Peneliti membandingkan dosis 1,5 dan 3 miligram kafein per kilogram berat badan dengan kopi tanpa kafein. Hasilnya, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan pada indikator performa sprint berulang yang diuji.

Temuan ini penting karena menunjukkan bahwa konsumsi kopi tidak selalu meningkatkan performa, bahkan pada atlet yang terlatih. Penelitian tersebut juga relatif kecil, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi ke semua atlet olahraga tarung.
Apa kata riset terbaru tentang jumlah kafein?
Penelitian yang terbit pada Januari 2026 dalam Frontiers in Nutrition menganalisis 20 studi dengan total 226 peserta untuk mengevaluasi pengaruh kafein terhadap performa bersepeda. Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa konsumsi kafein dapat memperbaiki waktu penyelesaian uji bersepeda dan meningkatkan daya rata-rata. Efeknya tetap dipengaruhi karakteristik atlet, dosis, dan jenis tes.
Sementara itu, posisi ISSN mengenai kopi dan performa olahraga menyebutkan bahwa dosis sekitar 3–6 miligram kafein per kilogram berat badan, sekitar 60 menit sebelum olahraga, dapat membantu performa pada sebagian individu. Angka ini bukan anjuran untuk langsung mengonsumsi dosis tinggi, sebab kandungan kafein kopi sangat bervariasi menurut jenis biji, ukuran sajian, dan metode seduh.
Ada pula batas toleransi yang perlu diperhatikan. Penelitian terhadap 236 atlet di Malaysia yang diterbitkan dalam Jurnal Gizi dan Pangan pada 2025 menemukan bahwa 69,1% peserta melampaui batas asupan harian yang digunakan peneliti. Kopi menjadi kategori minuman dengan median asupan kafein tertinggi, yaitu 243 miligram, meskipun rentang konsumsi antarpeserta sangat lebar.

Temuan tersebut tidak berarti semua atlet harus menghindari kopi. Pesan utamanya adalah bahwa kafein dari kopi perlu dihitung bersama sumber lainnya, bukan dinilai hanya dari jumlah cangkir.
Atlet mana yang paling banyak minum kopi?
Berdasarkan bukti yang tersedia, pelari jarak jauh, pesepeda, dan atlet triatlon merupakan kelompok yang paling relevan untuk dibahas ketika mengulas kopi sebagai bagian dari strategi olahraga endurance. Atlet sepak bola dan olahraga tarung juga menggunakan kafein, tetapi sering kali melalui produk selain kopi.
Belum ada bukti yang cukup untuk menyebut satu cabang olahraga sebagai peminum kopi nomor satu di dunia. Riset lebih banyak membahas penggunaan kafein untuk performa daripada mengukur konsumsi kopi harian antarcabang olahraga dengan metode yang seragam.
Wacaco – Nanopresso

Wacaco sangat populer dengan ragam produk alat kopi portabel, dan Nanopresso merupakan alat pembuat espresso tanpa listrik yang hanya menggunakan penekanan jari. Seri alat pembuat espresso dari Wacaco;
- Nanopresso (kapasitas bubuk kopi 8 gram, 18 bar pressure, opsi warna; abu dan putih)
- Minipresso GR2 (kapasitas bubuk kopi 8-12 gram, 18 bar pressure)
- Minipresso NS2 (kopi kapsul original, 18 bar pressure)
AeroPress

AeroPress dikenal sebagai alat kopi portabel yang praktis dan menariknya lagi AeroPress memiliki kompetisi skala global. AeroPress menerapkan metode perendaman dan penekanan yang tersaring sehingga kopi lebih lembut.
Seri AeroPress untuk kreasi kopi di alam;
- AeroPress – Go Plus Travel (tumblr 473 ml)
- AeroPress – Clear Coffee Press (opsi warna unik; hitam, biru, merah, ungu, merah muda, hijau)
- AeroPress – Flow Control Filter Cap (aksesori optimalkan espresso satu arah)
MHW 3BOMBER – Gimme French Press

MHW 3BOMBER hadir dengan koleksi produk alat kopi yang tampil kokoh dan profesional untuk kebutuhan barista dan penggemar kopi. Gimme French Press seri dari MHW 3BOMBER untuk metode kopi perendaman dan penyaringan, khas dari seduhan French Press.
Koleksi produk MHW 3BOMBER yang bisa dibawa bepergian;
- MHW 3BOMBER Gimme French Press 500ml tersedia opsi warna hitam dan putih.
- MHW 3BOMBER Ice Core Cold Brew 600ml tersedia opsi warna hitam dan putih.
Hario – One Cup Coffee Maker

Hario telah dikenal lama sebagai merek alat kopi yang menghadirkan pengalaman menarik, hal ini dikarenakan koleksi alat kopi unik dengan berbagai pilihan. Seri One Cup Coffee Maker dari Hario mengedepankan kepraktisan pada momen penyeduhan kopi, layaknya metode kopi tubruk dengan hasil akhir yang disaring.
Seri One Cup dari Hario meliputi Coffee Maker dan Tea Maker;
- Hario One Cup Coffee Maker 170ml dengan opsi pilihan hitam, putih dan abu.
- Hario One Cup Tea Maker dengan bentuk unik dan opsi warna hitam, dan putih.
Untuk menyeduh kopi di alam bebas atau selama di perjalanan, perlu menyediakan bubuk kopi namun jika ingin pengalaman lebih sempurna maka persiapkan biji kopi yang akan digiling ketika sesaat memulai penyeduhan. Perlu memiliki grinder kopi manual yang praktis dibawa pergi.
Wacaco – Exagrind

Grinder kopi manual Exagrind dari Wacaco kapasitas 20 gilingan gram dengan hasil gilingan yang bisa diandalkan, dilengkapi mata bur material stainless steel 420, pengaturan 30 click dan per click-nya 33 microns.
Bagi atlet, kopi sebaiknya dipandang sebagai pilihan pendukung, bukan jalan pintas untuk mencapai performa terbaik. Latihan terstruktur, tidur berkualitas, nutrisi seimbang, dan hidrasi tetap menjadi fondasi utama. Kopi yang tepat bagi seorang atlet adalah kopi yang membantu rutinitasnya tanpa mengorbankan kesehatan, pencernaan, atau kualitas tidurnya.
