ARTI THIRD WAVE COFFEE DI MATA PARA BARISTA - Majalah Otten Coffee
Third Wave Coffee Era atau dikenal dengan Gelombang Ketiga memang menjadi titik balik berkembangnya industri kopi. Meski sudah berlalu beberapa tahun, namun masih banyak yang terjebak pada pesona Gelombang Ketiga ini.
ADA yang mengatakan industri kopi nusantara sudah berada di Era Gelombang Keempat. Era Gelombang Kopi Keempat ini dirayakan dengan banyaknya dan naiknya popularitas kopi seduh dingin yang bergandeng dengan coffee mocktail dan meriahnya coffee cocktail. Setelah era kopi susu berhenti dan stagnan maka era kopi dingin yang diracik rupa-rupa layaknya liquor para bartender.
Meski katanya kita sudah berada di Gelombang Keempat, namun pesona dan gaung dari Third Wave Coffee Era belum bisa hilang hingga hari ini. Kekuatan yang terjadi di gebrakan Third Wave Coffee Era ini begit merasuk dikarenakan pada era ini orang-orang lebih memahami yang mereka minum.

Sejarah Third Wave Coffee Era
Istilah ini pertama kali dikemukakan oleh Thrish Rothgeb pada sebuah artikel di Wrecking Ball Coffee Roasters pada 2002. Pada artikel yang dipublikasikan oleh Roaster Guild, The Flamekeeper, Rothgeb mendefinisikan ada tiga pergerakan di dalam dunia kopi dan menyebutnya dengan istilah “gelombang” atau “waves”. Melalui pengertian tersebut, “third wave” menjadi istilah yang popular hingga sekarang.
Kebangkitan Third Wave Coffee ditandai dengan mulai tertariknya para peminum kopi terhadap kopi itu sendiri. Baik itu asal muasal bijinya, prosesnya sampai kepada penyajian sebelum kopi tersebut sampai ke tegukan. Gelombang Ketiga ini memberikan reaksi terhadap kopi yang rasanya buruk dan cara penyajian kopi yang dianggap tidak benar. Meskipun tidak mengenyampingkan masalah pemasaran dan promosi, Third Wave Coffee peduli lebih dalam dari sekedari menikmati kopi saja.
Pada era Third Wave Coffee proses produksi terhadap kopi terasa lebih transparan. Para peminum kopi dengan mudah mampu mengetahui dari mana sebuah biji kopi berasal, bagaimana biji tersebut diproses dan kelak dengan apa kopi tersebut disajikan. Di era ini istilah single origin mulai muncul. Asal mula kopi adalah salah satu faktor paling penting di era “Gelombang Ketiga” sekaligus menandai bahwa industri kopi telah berubah.

Arti Third Wave Era Coffee Di Mana Barista
Tomy, Barista di Jakarta
“Untuk saya sendiri kebangkitan kopi justru hadir di industri kopi modern yang berada di Gelombang Kopi Ketiga. Orang-orang sudah bosan dengan hanya menikmati kopi saja. Mereka yang serius menikmati kopi lebih dalam ingin mengetahui dari mana kopi yang mereka nikmati berasal. Third Wavae Coffee memberi tahu kita semua dari mana kopi berasal. Peminum kopi sungguh bersuka cita dengan Gelombang Ketiga karena mereka menikmati prosesnya. Dari hulu hingga ke hilir. Jadi kopi tak hanya soal pereda dahaga tetapi juga perjalanan panjang yang dalam kisahnya.”
Lina, Head Coffee Bar Bandung
“Third Wave Coffee menekankan pada proses. Bayangkan beberapa era sebelum Gelombang Ketiga hadir semua orang ingin kopi yang cepat dan praktis. Third Wave Coffee adalah kebalikannya. Era ini semua menikmati proses kopi diseduh, diracik, ditanam dan dipanen. Bayangkan manual brew memakan waktu begitu banyak untuk disajikan dan berbanding terbalik dengan saat espresso diracik dengan begitu cepat. Jadi Third Wave Coffee adalah cara menikmati kopi dengan cara yang tak terburu-buru.”
