APA SEBENARNYA KOPI SINGLE ORIGIN ITU? - Majalah Otten Coffee
Single origin adalah istilah yang akrab dengan era gelombang kopi ketiga. Tapi, sesungguhnya apa single origin itu?
KATA single origin pun sebenarnya bukan istilah yang asing lagi di era third wave. Namun, faktanya tidak semua penggemar kopi ternyata benar-benar mengerti istilah ini. Belum lama ini saya bertemu seorang penggemar kopi konvensional garis keras (baca: pendekar kopi, penyuka kopi hitam yang kental, tanpa campuran apa-apa) yang sepertinya sudah paham betul tentang kopi—sampai saya segan. Ketika mengobrol tentang tren gelombang kopi, ia justru tidak tahu. Nah, itu kejutan.
Single origin adalah istilah untuk asal usul biji kopi yang umumnya sudah dibudidaya melalui standar kualitas produksi kopi. Kopi single origin juga bisa mengacu pada satu produsen kopi, varieta tanaman ataupun wilayah tertentu dari suatu biji kopi itu berasal. Istilah lain seperti single farm dan single estate biasanya menyebutkan satu perkebunan, pabrik, atau koperasi kopi yang mengelola produksi kopi di sebuah wilayah.
Rekomendasi Kopi Terbaru Otten Coffee untuk V60, French Press, AeroPress dan metode manual brew.
|
|
|
|
|
Penjelasan Sederhana Single Origin
Sebuah analogi yang umum terjadi juga seperti ini: jika kita menyajikan 8 cangkir kopi manual brew berbeda di atas meja lalu disajikan kepada mereka yang belum mengenal kopi seduh manual, barangkali mereka akan menganggap semua kopi di meja itu sama.
Atau, setidaknya, akan muncul pertanyaan, “itu kopi, ya? Kok warnanya tidak hitam?”. Namun, jika kopi tersebut diberikan pada mereka yang sudah terbiasa dengan manual brew tentu persepsinya akan berbeda. Setiap cangkir akan terasa tak sama meski warnanya serupa. Itulah menariknya single origin yang sedang kita bicarakan ini.
Penjelasan sederhananya, single origin adalah asal mula, atau tempat pertama kopi itu berasal. Umumnya, single origin mengacu kepada satu wilayah, tempat, atau daerah spesifik dan tak bisa direkayasa.
Istilah Kopi Blend
Sementara kebalikan dari single origin adalah (kopi) blend yang juga banyak digemari. Kopi blend adalah jenis yang mengombinasikan biji kopi dari berbagai area berbeda untuk mendapatkan citarasa yang diinginkan. Misalnya, ada peminum kopi yang tidak suka karakter yang terlalu bitter tapi juga tak terlalu suka rasa yang ringan dan fruity, maka pilihan yang dirasa cocok adalah dengan mencampurkan kopi Gayo dengan Jawa Barat.

Single Origin bisa berarti wilayah kopi itu berasal
Jika kita berbicara tentang dunia kopi, atau wilayah penanaman kopi, maka ruang lingkupnya akan luas sekali. Ada cukup banyak Negara di dunia ini yang menghasilkan kopi sehingga jika ditanya “itu kopi apa?” dan hanya dijawab “kopi arabica” tentunya tidak akan relevan lagi di jaman third wave yang serba spesifik ini.
Setiap negara penghasil kopi, berikut regionalnya, tentu memiliki teknik menanam kopi bersama varietas favoritnya masing-masing. Jika di Indonesia varietas yang umum adalah Linie S, Typica atau Sigarar utang, maka di Afrika bisa saja Bourbon, di Amerika Latin adalah Caturra, dan sebagainya. Single origin di sini “berfungsi” untuk menyempitkan asal dan varietal kopi-kopi yang ragamnya luar biasa banyak itu untuk membuatnya spesifik, khas, dan partikular. Dengan kata lain, single origin dalam hal ini berbicara tentang area, wilayah atau daerah khusus yang digunakan sebagai tempat menanam kopi itu. Kopi Gayo (Atu Lintang), Sidikalang, Jawa Barat (Andung Sari) , Flores (Manggarai), atau Papua (Wamena) adalah beberapa contohnya.
Selain area, single origin juga bisa berasal dari satu pertanian khusus atau daerah yang berada di sekitar areal pertanian kopi tersebut. Misalnya, kopi Costa Rica single origin Las Lajas Perla Negra. Kopi ini berasal dari satu perkebunan besar Las Lajas yang dimiliki oleh keluarga The Chacón Solano. Umumnya, meski tidak selalu, kopi-kopi dari Amerika Latin kebanyakan berasal dari satu pertanian besar yang dimiliki turun-temurun oleh keluarga.
Di luar itu, single origin pun bisa juga berasal atau mengacu kepada koperasi dimana kopi itu dikumpulkan dan diolah. Misalnya, Negara-negara Afrika seperti Ethiopia dan Kenya yang kebanyakan para petaninya bekerja di pertanian kecil. Sepanjang kopi-kopi itu diproses dan diolah dalam washing station atau pusat pengolahan kopi yang sama, maka itu juga bisa berarti single origin.

Single Origin Bisa Berarti Sebuah Varietal, Jenis atau Mutasi Tertentu
Di beberapa perkebunan kopi di Amerika Latin, para petani besarnya sudah mulai mengembangkan varietal baru di luar varietas yang ada selama ini. Jika selama ini Geisha dari Panama atau caturra dianggap andalan dari Amerika Latin, maka belakangan jenis itu pun dirasa kurang cukup. Eugenioides adalah salah satu varietal baru yang dikembangkan di sana. Varietal ini pun bisa disebut dengan single origin.
Contoh lain yang paling gampang ditemui adalah “kasusnya” peaberry. Kopi peaberry adalah hasil mutasi natural yang bisa ada di pohon kopi tanpa memandang darimana asal kopi itu. Bentuknya yang berbiji tunggal dianggap salah satu keistimewaan yang membuat karakter rasanya lebih intens mengingat bijinya yang konon lebih mudah di-roast.
Masalahnya, kita tidak bisa menentukan di pohon apa atau seberapa banyak peaberry ini akan terkumpul. Bisa dibilang, kemunculannya random di setiap pohon kopi. Biasanya peaberry ini akan dikumpulkan pada saat proses pengolahan kopi dan pemilahan. Maka peaberry bisa saja “berasal” dari Sidikalang, Java atau bahkan Papua. Dan itu juga merupakan single origin.
Kenapa Single Origin?
Jawaban singkatnya karena kopi itu pada dasarnya jauh lebih nikmat jika dicicipi sebagaimana adanya. Setiap kopi memiliki karakter masing-masing yang membuatnya unik dan menarik dan single origin adalah cara yang bisa membuat kita menikmati keunikan dari masing-masing karakter kopi tersebut, menurut saya.
Selain itu, para petani kopi juga –setidaknya– akan terkena imbas positifnya juga. Kopi-kopi single origin umumnya diolah dengan serangkaian proses yang memerhatikan standar tertentu. Kalau peminatnya banyak, maka petani kopi pun jadi ikut “bersemangat” dalam mengusahakan kopinya berkualitas. Beberapa wilayah penting penghasil kopi di Indonesia beberapa tahun terakhir sudah mulai tanggap dan peduli untuk memproses dan mengolah kopi mereka (dengan benar), meski jumlahnya belum sebanyak di Amerika Latin.
Semoga saja di masa depan Indonesia bisa menjadi (salah satu) negara penghasil single origin yang cukup diperhitungkan di dunia.
Sebagian referensi diambil dari Sprudge, dan hasil diskusi dengan Head Roaster Otten Coffee. Foto diambil dari situs pencari dan Flickr (credit: a.rios)

Edited by Lingga on 5 September 2023
