Apa Saja Kompetisi di ICC Indonesia Coffee Championship 2025? - Majalah Otten Coffee
Setiap cangkir kopi memiliki cerita, dan setiap cerita layak mendapat panggung. Di Indonesia Coffee Championship (ICC) 2025, cerita-cerita itu hadir dari tangan-tangan terbaik para barista, brewer, penikmat seni latte, dan pencicip kopi dari seluruh penjuru negeri. Apa saja kompetisi ICC tahun ini?

Ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi selebrasi keterampilan, ketekunan, dan semangat untuk terus mengangkat martabat kopi Indonesia ke kancah dunia. Dengan format baru yang lebih kompetitif dan inklusif, ICC 2025 menjanjikan pengalaman mendalam bagi siapa pun yang mencintai dunia kopi, baik sebagai peserta, juri, maupun penonton. Lalu, apa saja sebenarnya kompetisi yang dipertandingkan di ICC 2025? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Kursus Barista Membuka Peluang Profesi Industri Kopi
Perlengkapan Barista Unik dari MHW 3BOMBER
Ikuti Kursus Belajar Jadi Barista

1. Indonesia Barista Championship (IBC)
Kompetisi ini menjadi ujung tombak dari seluruh rangkaian ICC karena menjadi panggung bagi para barista profesional untuk menunjukkan keterampilan meracik espresso, menyajikan minuman signature, serta menyuguhkan latte art dengan performa yang mengesankan. Peserta ditantang tidak hanya dari sisi teknik penyeduhan, tapi juga komunikasi, manajemen waktu, dan storytelling semuanya dinilai oleh juri bersertifikasi nasional dan internasional.
Setiap peserta harus menyajikan tiga jenis minuman: espresso, milk beverage, dan signature drink dalam waktu terbatas. Semua disusun dalam presentasi yang terstruktur dan kreatif. Bagi para penonton, ini adalah pertunjukan yang mendebarkan; bagi para peserta, ini adalah momen ujian sejati.

2. Indonesia Brewers Cup (IBrC)
Berbeda dengan IBC yang berbasis mesin espresso, IBrC menantang peserta untuk menyeduh kopi secara manual menggunakan alat-alat seperti V60, Kalita Wave, Origami, hingga metode eksperimental lain. Fokusnya terletak pada ketepatan ekstraksi, kejelasan rasa, dan komunikasi terhadap karakter kopi yang digunakan.
Kompetisi terdiri dari dua babak:
- Open Service: peserta membawa kopi sendiri dan menjelaskan secara detail asal-usul dan cara penyeduhan.
- Compulsory Service: semua peserta menyeduh kopi yang sama tanpa informasi detail, untuk menguji keahlian adaptasi dan teknik seduh murni.
IBrC memberi ruang luas bagi pendekatan ilmiah dan seni dalam satu meja brewing.
3. Indonesia Latte Art Championship (ILAC)
Bagi pecinta visual dan keindahan dalam cangkir kopi, ILAC adalah panggungnya. Kompetisi ini menilai ketepatan teknik tuang susu, simetri desain, kontras warna, dan kreativitas artistik peserta. Setiap peserta akan membuat desain wajib (compulsory) dan desain bebas (freestyle), yang keduanya diuji secara ketat oleh panel juri.
Tidak hanya keindahan, ILAC menuntut konsistensi dan kemampuan peserta dalam mempresentasikan teknik mereka. Kecepatan dan ketegangan waktu menambah daya tarik kompetisi ini, membuatnya sangat seru ditonton secara langsung.
4. Indonesia Cup Tasters Championship (ICTC)
Jika kompetisi lain mengandalkan tangan, ICTC mengandalkan lidah. Peserta harus mengidentifikasi kopi yang berbeda dari beberapa kelompok cup dengan teliti dan cepat. Dalam setiap ronde, peserta dihadapkan pada beberapa set berisi tiga cangkir: dua identik, satu berbeda.
Kemampuan sensorik dan fokus tinggi menjadi kunci utama. Kompetisi ini sangat berguna bagi para quality grader, roaster, dan green buyer karena mencerminkan ketajaman rasa dan keahlian dalam profiling kopi. Menariknya, jumlah peserta nasional di kategori ini bisa mencapai 36 orang, lebih banyak dari kategori lain, karena mekanisme wildcard yang terbuka luas.
Format Kompetisi: Perjuangan Tanpa Henti
ICC 2025 mengadopsi sistem baru bernama “Perjuangan Tanpa Henti”, yang menekankan keberlanjutan dan pembinaan jangka panjang. Dimulai dari kompetisi regional (Barat, Tengah, Timur), peserta yang berhasil melaju bisa mengikuti wildcard, dan kemudian bertarung kembali di babak nasional. Juara nasional akan menjadi perwakilan Indonesia di ajang internasional seperti World Coffee Events.
Dengan sistem ini, peserta didorong untuk terus berkembang dari tahun ke tahun, tidak hanya berkompetisi sesaat. Hal ini juga membuka peluang bagi lebih banyak talenta dari daerah yang mungkin sebelumnya terlewatkan.
Lebih dari Sekadar Lomba
Indonesia Coffee Championship 2025 adalah lebih dari sekadar perlombaan. Ia menjadi medium pembelajaran, jejaring, dan pengakuan bagi para profesional di dunia kopi. Keempat kategori yang dipertandingkan merepresentasikan seluruh aspek dari industri ini mulai dari seni meracik, keterampilan menyeduh, keindahan visual, hingga kepekaan rasa.
Bagi siapa pun yang terlibat, entah sebagai peserta, juri, volunteer, atau penikmat kopi biasa, ICC 2025 adalah ajang untuk menyaksikan bagaimana kopi tidak hanya diminum, tetapi juga diperjuangkan. Karena di balik setiap kompetisi, selalu ada cerita yang diseduh dengan cinta. Setelah ini kamu sudah paham apa saja kompetisi ICC.
Rekomendasi mesin kopi rumahan
Disc. hingga 1JT* Mesin Kopi Breville

