APA ITU KOPI ORGANIK? - Majalah Otten Coffee
Segala yang organik katanya memang baik. Lalu, kopi yang bagaimanakah yang dikatakan organik itu?

KITA telah masuk pada era ketika segala hal yang dikonsumsi dan dipakai seringnya merujuk pada kata ‘organik’. Kesadaran manusia tentang hal organik ini memanglah baik karena memengaruhi kesehatan konsumernya dan keramahan pada lingkungan semesta yang kian hari kian tua ini.
Bicara organik pastilah tak lepas dari kopi. Kopi pun kini telah masuk ke ranah organik karena masyarakat yang mengonsumsinya sadar pentingnya kopi organik. Tak hanya sekedar sertifikasi, organik pada kopi ternyata mencakup beberapa hal. Lalu sampailah kita pada pertanyaan ini, kopi yang seperti apa yang bisa dikatakan organik?
|
|
|
|
|
Kopi Organik
Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat yang disunting dari situs ethicalcoffee.net, kopi organik adalah kopi yang produksi kopinya tidak menggunakan zat sintetis seperti pestisida, herbisida dan pupuk buatan. Ditambahkan lagi label ‘organik’ diberikan hanya jika 95% biji kopi tersebut berasal dari pohon kopi yang ditanam di bawah ‘kondisi’ yang organik dan alami. Biasanya label organik ditampilkan pada kemasan kopi dan diberi segel.

Sedangkan Byron Holcomb direktur agribisnis dari Nobletree Coffee yang dilangsir pada situs myrecipes.com mengatakan bahwa kopi organik dapat dikatakan organik jika pertanian kopi tersebut setidaknya menanam kopi mereka selama tiga tahun tanpa menggunakan bahan kimia sama sekali. Standar tiga tahun diperlukan agar kondisi kebun kopi benar-benar teruji bersih dari sentuhan kimiawi. Legalitas sertifikat organik juga mewajibkan durasi penanaman tiga tahun ini.
Ternyata tak hanya perihal penanaman organik saja yang menjadi standar kopi organik, tetapi juga proses pascapanennya. Kopi organik haruslah mengelola limbah kopi seperti kulit ceri kopi dan lain sebagainya dengan baik dan tidak merusak lingkungan sekitarnya. Dengan kata lain, kopi organik haruslah kopi yang dalam serangkaian prosesnya sama sekali tidak boleh merusak lingkungan, tidak tercemar produk kimiawi dan baik untuk kesehatan para pekerja dan peminumnya kelak.
Lalu, apakah kopi-kopi di Indonesia sudah termasuk kopi organik? Jawabannya mungkin sudah ada tapi belum semua. Untuk membuat kopi organik tentu akan memerlukan biaya produksi yang sedikit tinggi dan pertanian konvensional harus diedukasi untuk sampai ke taraf itu. Meski begitu kopi organik di Indonesia kini telah bertumbuh dan optimis mengarah ke arah lebih baik.
Kopi Organik dan Anorganik
Perbedaan kopi organik dengan kopi anorganik (kopi konvensional pada umumnya) terletak pada masa tanam dan juga proses pengolahannya. Kopi organik pada masa tanam dan proses pengolahannya, sama sekali tanpa melibatkan unsur kimia untuk membantu pertumbuhan ataupun proses tanaman kopi. Sedangkan kopi anorganik tentu melibatkan unsur kimia selama perawatan tanamanan, seperti pestisida dan herbisida. Sekilas saja kamu sudah paham, bahwa kebun kopi organik akan mengalami banyak tantangan selama masa perawatan tanamannya karena tidak mengandalkan pestisida ataupun herbisida. Pupuk yang digunakan pun lebih mengutamakan penggunaan pupuk alami tanpa campuran bahan kimia.
Sebuah kebun kopi mengikuti cara tanam kopi organik tentu tidak sembarangan, ada lembaga khusus yang memantau dan menjamin keabsahan kebun kopi tersebut merupakan hasil panen kopi organik. Seperti apa sih perkembangan kopi organik di Indonesia?
Kopi Organik di Indonesia
Tujuan utama menerapkan metode organik dalam menumbuhkan tanaman kopi adalah untuk mengoptimalkan produktivitas dari komunitas organisme di tanah, tumbuhan, hewan dan manusianya yang salin bergantung satu sama lain. Walaupun dalam praktiknya, penerapan organik ini tidak menjamin 100% bahwa produk yang dihasilkan sepenuhnya bebas dari residu, bahkan kelayakan lingkungan juga perlu dievaluasi. Polusi lingkungan seperti cemaran udara, tanah dan air mempengaruhi kelayakan penerapan organik, dan tentunya ada cara untuk mengurangi polusi lingkungan.
Di Indonesia, prosedur untuk sebuah kebun kopi yang menerapkan pertanian organik dan ingin mendapatkan sertifikasi organik melalui lembaga sertifikasi. Kegiatan sertifikasi yang dilakukan oleh lembaga sertifikasi organik yang telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Nantinya komite memberikan jaminan tertulis atau yang setara untuk lembaga sertifikasi organik melakukan kegiatan sertifikasi yang sesuai prosedur.
Secara umum tahapannya meliputi, persiapan surveilens untuk inspeksi internal, pengisian dokumen pemutakhiran aplikasi surveilens organik, inspeksi ke lokasi oleh seorang auditor organik biasanya 3 hari. Inspeksi di lokasi kebun kopi organik meliputi wawancara pemilik / pekerja di kebun, pengecekan cara budidaya tanaman kopi, menganalisa resiko kontaminasi, alat yang digunakan, penanganan produksi pararel, lokasi penyimpanan, hingga proses panen dan penjualan. Bahkan untuk beberapa kasus, auditor juga harus memeriksa bagaimana kegiatan pengepul biji kopi untuk memastikan lebih detail lagi.
Manfaat Kopi Organik
Kelebihan kopi organik dibandingkan dengan kopi konvensional sudah pasti memiliki perbedaan karena cara budidaya tanaman kopi keduanya juga berbeda.
Kopi organik lebih sehat karena hasil panennya diperoleh dari perkebunan kopi yang tidak menggunakan pestisida dan herbisida. Biji kopi organik tidak mengandung senyawa kimia yang merugikan tubuh. Beberapa anggapan menjelaskan, bahwa tanaman kopi yang menggunakan pestisida dan herbisida, senyawanya akan terbawa hingga ke seduhan kopi walaupun dalam jumlah yang sangat sedikit.
Kopi organik lebih memiliki potensi rasa yang nikmat karena selama masa perawatan tanaman kopi, kondisi tanah sangat diperhatikan, kesehatan tanaman juga terjaga, sehingga mendapatkan hasil panen yang maksimal. Secara teknis, potensi rasa tercipta dari nutrisi baik yang terbawa dari ceri kopi kemudian diproses hingga disangrai untuk semakin memunculkan cita rasa khas dari biji kopi.
Kebun kopi organik lebih menjaga kelestarian lingkungan, hal ini karena budidaya tanaman kopi menerapkan metode organik tanpa bahan kimia menjadikannya ramah akan ekosistem alami. Lingkungan sehat terjaga karena tanaman kopi tumbuh atas dasar mengoptimalkan hubungan saling ketergantungan di sebuah ekosistem yang di dalamnya ada perkebunan kopi.
Meningkatkan perekonomian petani kopi karena kopi organik memiliki nilai tawar yang lebih mahal dibandingkan kopi pada umumnya. Tentu hal ini jika menemukan pembeli yang mengerti dan paham tentang biji kopi organik itu sendiri. Jumlah produksi kopi organik terbilang sedikit dibandingkan biji kopi biasa, karena hasil panennya memang tidak mengandalkan percepatan, tanaman kopi organik secara alami tumbuh dan panen secara maksimal walaupun hasil panennya terbilang sedikit. Maka wajar juga, jika harga kopi organik lebih mahal dibandingkan kopi pada umumnya.
Pernahkah kamu mencoba kopi organik?
Rekomendasi Kopi Terbaru Otten Coffee untuk V60, French Press, AeroPress dan metode manual brew.
Dipublikasi oleh Mustika Treisna Yuliandri tanggal 2 april 2018.
Diperbarui oleh Yoga Aizeindra tanggal 6 april 2023.
Sumber: distanpangan.baliprov.go.id/surveilens-organik-kopi-arabika-kintamani



