APA BENAR SEBUAH KEDAI KOPI HARUS PUNYA WIFI? - Majalah Otten Coffee
Manusia milenial dan internet takkan mungkin bisa dipisahkan. Namun apakah benar syarat sebuah kedai kopi masa kini harus memiliki koneksi WiFi yang cukup mumpuni agar digandrungi pengunjung?
SAYA sering mendengar bahwa internet hanya akan menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh. Jadi kehadiran internet (untuk sebagian orang) adalah pemisah antara dua orang atau lebih saat mereka bertemu di kedai kopi. Padahal di masa sekarang ini, kedai dan warung kopi (hampir) di mana pun berada harus memiliki WiFi dikarenakan kedainya tak hanya berfungsi sebagai titik temu tapi juga tempat kerja atau istilah kerennya co-working space.
Pro dan kontra perihal internet di kedai kopi merupakan pembahasan yang tak menemukan ujung dan pangkal sama seperti mana yang lebih dahulu ada rindu atau cinta? Halah. Namun menurut pendapat saya sendiri, sebuah kedai kopi sah-sah saja jika ingin tampil tanpa WiFi dan pun akan baik-baik saja jika memilih dengan menyertakan WiFi. Semua kembali kepada konsep, pilihan, pemikiran, dan tujuan didirikannya kedai kopi itu oleh sang pemilik.
Beberapa kedai kopi di kota saya memang tidak menyediakan WiFi di tempatnya dikarenakan dia ingin kedainya menjadi ruang tempat orang mengobrol secara langsung tanpa sibuk dengan ‘dunia maya’. Ya, meski tanpa WiFi setiap orang tetap bisa berselancar di dunia maya dengan handphone masing-masing. Karena pasti ada kuota, bukan?
Tapi kedai kopi dengan WiFi memang lebih dominan kehadirannya. Bahkan WiFi yang kencang menjadikan daya tarik kedai kopi itu sendiri. Kedai kopi beralih fungsi sebagai arena game, tempat kerja, ruang rapat dan banyak lagi memang membutuhkan internet, well selain kopi tentunya.

Namun balik lagi ke pertanyaan di judul tulisan ini, apakah benar sebuah kedai kopi HARUS ada WiFi-nya? Menurut saya tidak harus. Setiap owner memiliki pilihannya sendiri. Dia yang mentukan seperti apa kedainya, orang-orang yang bagaimana yang akan ngopi di sana dan tentu dia berhak berekspektasi kedai kopinya kelak jadi ruang diskusi dan tatap muka tanpa gangguan ‘semesta lain’.
Tapi tak ada salahnya juga jika para owner memberikan fasilitas WiFi di kedainya demi mempermudah para pelanggannya. Dia memberikan ruang bagi siapa saja yang datang dan menjawab kebutuhan para pengopi yang membutuhkan internet sepanjang nongkrong. Lagian jika memang tak ingin internetan WiFi yang disediakan tinggal tak usah dipakai. Simpel kan?
Menurut beberapa pemilik kedai kopi dan ekspertis di bidang kopi sebenarnya ada yang lebih penting dari sekadar kedan dan warung kopi dengan WiFi.
Lalu apakah yang sebenarnya harus ada di kedai kopi? Berikut kami rangkum poin-poinnya!

Kelengkapan Menu Kopi
Namanya juga kedai kopi, sudah pasti harus lengkap menu kopinya. Kecuali bisnismu adalah kafe atau restoran, tidak perlu harus menyediakan menu kopi secara lengkap. Jika kamu menggunakan embel-embel coffee shop, kedai kopi, warung kopi dan sejenisnya, maka setidaknya kamu harus memiliki menu kopi yang lengkap. Akan lebih baik jika ada menu espresso based dan manual brew lengkap. Jika pun manual brew tak ada, setidaknya menu espresso dan turunannya tersedia baik disajikan panas, maupun dingin. Dari pada kita kerap memperdebatkan perihal warung kopi dan WiFi, alangkah lebih baik kita menikmati aneka kopi yang disajikan. Bukan begitu?
Meja Kursi di Coffee Bar
Sebenarnya poin ini opsional, namun alangkah menyenangkan jika warung kopi tak hanya ada WiFi-nya tetapi juga ada meja kursi di coffee bar apalagi jika coffee shop-mu menyajikan menu manual brew. Kenapa? Karena agar tercipta interaksi antara barista dan pelanggan. Pun terkadang ada pelanggan yang datang sendirian dan ingin ngobrol soal kopi. Dengan adanya ruang di coffee bar ini, dialog hangat bisa terjadi.
Air Putih Gratis
Kalau poin ini datang dari pelanggan sendiri. Karena tidak semua kedai kopi ternyata memberikan air putih gratis secara cuma-cuma. Namun air putih gratis dinilai istimewa untuk para pencandu kopi. Selain lebih hemat, air putih juga membantu membersihkan pallet lidah. Jadi bisa mencicipi kopi dengan lebih menyeluruh.
Artikel ini diperbaharui oleh Mustika T. Yuliandri Pada 23 Maret 2023

