ANDIKA PRATAMA, JUARA SATU IAC22 REG MEDAN - Majalah Otten Coffee
Indonesia Aeropress Championship regional Medan melahirkan juara dari Batam sebagai wakil Sumatera untuk berkompetisi memperebutkan juara nasional sebagai wakil Indonesia ke WAC2022 Canada.
KESEHARIAN Andika Pratama seperti barista pada umumnya, berkerja sepenuh hati menyajikan sajian kopi terbaik untuk para pengunjungnya. SREG COFFEE ROASTERS menjadi tempat Andika bertumbuh dan mencintai aktivitas industri kopi sejak tahun 2020. Siapa yang mengira, keisengan pemilik coffee shop mendaftarkannya sebagai peserta IAC2022, malah membukakan jalan lebih luas lagi untuk Andika mengeksplorasi lebih jauh keahliannya. Menjadi juara satu, sebagai wakil regional Medan untuk kompetisi IAC22 nasional.

Bagaimana awalnya bang Andika mulai tertarik dengan kopi?
“Awal ketertarikan pada kopi di tahun 2017. Saat saya bekerja di salah satu cafe di Batam.
Di situ saya diajarin banyak tentang kopi, dari cara menggunakan mesin espresso, cara bikin latte art & manual brew. Dan ketertarikan pada kopi tersebut berlanjut sampai sekarang, apalagi di tempat saya bekerja sekarang SREG COFFEE ROASTERS merupakan salah satu coffee shop yang ada roastery-nya, jadi mau tidak mau saya harus tau tentang kopi & industri kopi.”
Apa pendapat abang tentang Aeropress?
“The Aeropress is great for people who like experimenting with different brewing recipes. Menurut saya aeropress memiliki desain yang unik dan fleksibel. Alatnya mudah untuk digunakan dan gampang untuk dibersihkan, hasil seduhan dari aeropress juga tidak kalah enak dari alat seduh lainnya.”
Pengalaman unik dan berkesan selama mengikuti IAC22 reg Medan?
“IAC22 reg medan sebenarnya kompetisi pertama saya dan bos saya pun random aja tiba-tiba daftarin saya kompetisi aeropress ini. Jadi mau gak mau saya harus ngulik aeropress dengan waktu yang cukup singkat. Selama kompetisi berjalan jujur aja gak tenang, takut hasilnya tidak memuaskan karna ini kompetisi pertama dan di luar kota pula. Banyak juga teman-teman di industri kopi Batam yang support saya selama latihan, mereka juga kasih saran/masukan ke saya.”
“Dan alhamdulillah saya bisa mewakilkan regional Medan dan juga Matam untuk final nasional di Jakarta. Yang tidak kalah berkesan adalah bisa ketemu dengan orang-orang baru yang hebat-hebat dan pada baik-baik banget. Ada yang dari Padang, Aceh dan dari Medan itu sendiri. Mereka pada ngasih support penuh ke saya untuk final nasional nanti. Semoga saya bisa mewakilkan regional Medan dan Batam untuk berkompetisi di WAC22 di Canada.”

Apa yang menarik menurut abang tentang Champion Blend?
Bagi saya kopinya sangat menarik karna kopi ini filter roast dengan komposisi blend yang menjadikan kopi ini cukup kompleks dan memiliki rasa manis yang dominan. Saya juga sebenarnya jarang menyeduh kopi dengan komposisi blend seperti ini. Bahkan di tempat kerja saya produk filter roast kami semuanya single origin. Oleh karna itu saya merasa tertantang untuk menemukan profile cup terbaik di kopi champion blend ini.
Dari mana abg menemukan resep Aeropress ini, hingga yakin resep ini yang dipakai di IAC reg Medan?
“Saya mendapatkan resep ini tentunya tidak terlepas dari bantuan, masukan, dan evaluasi dari rekan kerja, bos, dan juga teman-teman kopi di Batam yang datang ke Sreg Coffee Roasters saat kami latihan, Saya latihan dengan rekan satu kerjaan saya yang juga ikut berkompetisi di regional medan.”
“Singkatnya kami mendapatkan 2 resep pamungkas yang akan kami bawakan, dan sebelum hari H kompetisi, bos kami menyuruh untuk menyeduh lagi 2 resep tersebut dan melakukan blind cupping, dan cup yang kami tunjuk ternyata sama secara bersamaan dan merupakan cup yang resepnya saya bawakan pada regional medan.”
Dan apakah nantinya resep ini akan digunakan untuk kontes nasional di Jakarta, mengapa?
Untuk resep nasional belum tau apakah saya bakal pakai yang sama seperti yang regional atau resep berbeda, tergantung dari kopinya nanti.
Apa yang menjadi perhatian khusus versi aabang, ketika mengeksplorasi resep Aeropress untuk IAC22 Medan, mengapa?
“Yang menjadi perhatian khusus saya adalah Seberapa lama contact time kopi dan air, karena menurut saya aeropress adalah alat seduh yang memiliki inconsistently yang cukup tinggi. Oleh karena itu saya setiap latihan selalu catat step-step nya, dimenit berapa saya flip aeropress nya (karna saya pakai posisi inverted), berapa lama saya ngepress kopi nya, dll.”
Tips untuk pemula, cara menemukan resep favorit mereka menggunakan Aeropress?
“Tips dari saya, mungkin bisa lebih memperhatikan seberapa kuat contact time antara air dan kopi, kemudian jangan lupa dicatat untuk bisa dievaluasi dan jangan lupa kasih coba seduhanmu ke teman-teman yang lain dan minta pendapat mereka.”
Sudah punya Aeropress di rumah, penasaran dengan resep kopi Aeropress versi Andika, nantikan seri artikel Jelajah Kopi Indonesia berikutnya.

