AKANKAH ADA FOURTH WAVE COFFEE? - Majalah Otten Coffee
Sekilas tanpa sadar kita sudah menjadi peminum kopi, walau ada beberapa yang hanya menikmati rasanya dan tak ingin ambil peduli dengan ada apa di sebalik kopi tersebut; hanya meminumnya secara sederhana menurutnya, tidak terhenti di situ banyak juga yang menjadi penikmat kopi secara serius, paling mengerti tentang semua hal yang berkaitan dengan kopi, bisa dibilang ini merupakan berkah dari third wave, benarkah?
BAGAIMANA sih, awal mula kamu mengenal minuman penuh magis satu ini, apakah tak sengaja diajak teman untuk temu kangen di sebuah kedai kopi, dan fuilah, singkat saja kopi pun menjadi habit kamu saat ini. Sampai, dari kebiasaan menjadi sebuah kecintaan yang menuntun kamu untuk mengetahui lebih banyak tentang kopi. Bagaimana proses penanaman kopi, seperti apa pengolahannya hingga menjadi biji kopi, menjadi semakin tertarik tentang teori sangrai, dan banyak hal lainnya tentang kopi. Walau mungkin berbeda bagaimana tiap orang awalnya mengenal kopi, tapi bisa dibilang tujuannya sama menikmati kopi secara jujur pada diri sendiri.
Tren beberapa tahun belakang, seperti menciptakan wacana baru di era kopi, apakah akan ada gelombang ke empat (fourth wave) di lingkup kopi internasional. Hal ini terkait dengan teknologi yang berkembang, penemuan-penemuan canggih di industri kopi, seperti seorang barista yang digantikan posisinya dengan robot. Lalu bagaimana masa depan industri kopi itu sendiri, bisa jadi mungkin tidak hanya robot barista, tapi mungkin kelak ada robot roaster, robot farmer, dan robot lainnya yang mengganti pelaku kopi. Ya, ini hanya hemat saya dan mungkin juga untuk beberapa orang, apakah era robotik di dunia kopi ini akan menjadi awal mula fourth wave, entahlah.

Apakah nantinya ada fourth wave atau tidak, bukan hanya penikmat kopinya saja, hampir di setiap lini rantai industri kopi, semakin peduli akan keberlangsungan dunia kopi itu sendiri. Kita yang awalnya menikmati kopi tanpa peduli dengan lingkungan, kini lebih perhatian akan isu lingkungan, bagaimana dampaknya penggunaan perlengkapan kedai kopi yang sudah tidak digunakan lagi. Dalam skala besar, banyak organisasi nasional maupun internasional yang fokus terhadap penanggulanan limbah industri kopi, ataupun banyak juga organisasi yang fokus terhadap pembibitan kopi dan perawatan kopi jangka panjang.
Akankah ada era kopi gelombang ke empat? Pertanyaan ini mungkin bukan kapasitas saya untuk menjawabnya, tapi izinkan saya menyimpulkan sekilas bagaimana first wave, second wave dan third wave bermula.
First wave | Bermula sekitar tahun 1800an, tapi banyak yang sudah mengenal kopi sebagai sajian minuman. Dan perlahan kopi mulai menyebar ke seluruh dunia, masih dalam bentuk produk massal
Second wave | Perlahan yang mengenal kopi, semacam mengeluh dengan rasa kopi yang kurang enak dari kopi produksi massal tersebut. Ditandai tahun 1971 dan seterusnya beberapa kedai kopi hadir, seperti menjawab keluhan demi keluhan, walaupun belum semua orang yang bisa menikmati kopi pada waktu itu.
Third wave | Perlahan masyarakat yang menikmati kopi, sedikit banyaknya seperti mencari tau bagaimana proses kopi sebenarnya. Pada tahun 2002 seperti tanda awal third wave ini bermula, dengan munculnya artikel yang membahas tentang roaster kopi.
Berkah era gelombang ketiga (third wave) hingga sekarang ini, kopi yang kita konsumsi dibeli berdasarkan asal usul dan cara pembuatan yang benar-benar diperhatikan sebelum disajikan. Nah, mungkinkah akan ada fourth wave coffee nantinya?
src: Fourt Wave, or Not, Sustainability is the Future of Coffee by Kathy Burfield – coffeetalk magazine, craftbeveragejobs.com img: cityweekend.com.cn

