ADA APA DENGAN ESPRESSO MARTINI? - Majalah Otten Coffee
Minuman yang terlihat elegan, seksi sekaligus misterius.
BUKAN hanya cold brew yang sedang mendapat perhatian penuh dari penggemar kopi di luar sana, minuman kopi koktil pun kini seolah semakin dan kian mendapat sorotan. Bukan hanya karena World Coffee in Good Spirits—kompetisi dunia di bidang kopi koktil atau liquer—yang makin hari makin popular saja, tapi juga karena minuman ini dianggap alternatif lain yang tak kalah menarik dieksperimen. Seperti halnya cold brew.
Salah satu menu kopi koktil yang paling banyak diperhatikan adalah espresso martini. Minuman ini dianggap atraktif karena cara membuatnya yang cenderung simpel dan gampang tapi justru cukup tricky, kalau nggak hati-hati menakar komposisinya, hasilnya bisa nggak ‘nendang’ dan rasanya malah ganjil. Itu jugalah yang menyebabkan kenapa para barista dan ahli kopi di luar sana gemar “bermain-main” dengan struktur espresso martini. Hmm. Oke, mari kita bahas saja selengkapnya tentang kopi ini.
Kenapa espresso martini?
Espresso martini pada dasarnya adalah campuran antara espresso dan vodka, namun belakangan banyak yang memvariasikannya lagi dengan paduan bukan hanya vodka, tapi juga kahlua dan sirup gula. Dari segi tampilannya, menu kopi ini udah—setidaknya—memincut perhatian saya. Disajikan dalam gelas martini, namun berisi campuran espresso. Plus, di-garnish lagi dengan beberapa biji kopi di atasnya sehingga membuatnya makin mirip minuman ala-ala James Bond. Lol.
Menurut George Koustoumpardis, juara World Coffee in Good Spirits tahun 2015 sekaligus tim pelatih untuk Michalis Dimitrakopoulos—pemenang WCIGS tahun ini, tidak ada yang lebih menyenangkan –atau lebih canggih– dari kopi koktil dan espresso martini, entah kalian meminumnya atau menyeduhnya. 😀
Well, ada banyak klaim yang mengakui tentang “penemuan” espresso martini pertama kali memang. Namun yang paling umum dikenal adalah bahwa espresso martini diciptakan oleh Dick Bradsell, di tahun 1983. Waktu itu ia bekerja di sebuah restoran Brasserie Soho di London ketika seorang pelanggan memesannya sebuah minuman yang bisa ‘bikin melek (dan bersemangat) dalam sekali teguk’. Yang membuat klaim ini mungkin terdengar semakin menarik adalah karena siapa pelanggan itu. Sebagian desas-desus menyebutnya seorang model cantik (dan cukup terkenal), ada pula yang menuliskannya dengan wanita anggun penuh pesona. Ah, siapapun dia yang jelas dia udah membuat espresso martini ini tercipta. Haha…

Bagaimana cara membuatnya?
Umumnya, espresso martini dibuat dari coffee liqueur dan vodka, namun kali ini kita coba mengulik resep langsung dari George Koustoumpardis, sang pemenang WCIGS saja. Untuk membuat espresso martini, George memilih untuk melewatkan opsi liqueur untuk menyajikan minuman kopi yang sesungguhnya. Okay, here we go.
Bahan yang diperlukan:
▪ Double shot espresso (50 ml)
▪ 20 ml sirup gula (atau sirup yang nggak mengandung rasa-rasa lain seperti simple syrup)
▪ 60 ml (beautiful) vodka
Untuk resep ini, George menggunakan single origin Nekisse N2. Alasannya, karakter kopi Nekisse N2 cenderung sweet dan fruity sehingga dirasa akan menakjubkan untuk dibuat menjadi kopi koktil. Nah, di sini jugalah letak trik untuk membuat espresso martini ini. Kita pun harus pinter-pinter memilih biji kopi yang karakternya akan menyatu dengan sempurna ketika dipadukan dengan campuran lain. Hanya karena akan ‘di-blend’ lagi dengan komposisi lain bukan berarti single origin yang dipilih pun menjadi asal-asalan. :p Sebaiknya pilih biji kopi yang memiliki sweetness tinggi dan cukup fruity.
Cara membuat:
- Masukkan es ke dalam shaker dan tambahkan semua komposisi (espresso, sirup dan vodka) ke dalamnya.
- Guncangkan shaker dengan cukup kuat.
- Tuangkan campuran tadi ke dalam gelas martini yang sudah didinginkan sebelumnya.
- Garnish dengan beberapa biji kopi di atasnya. Atau bisa dengan menaburkan beberapa potongan coklat kecil di sekeliling lingkaran permukaan minuman—jika suka.
That’s all. Gimana? Membuatnya gampang kan? Selamat mencoba, yes. 😉
Foto diambil dari jamieoliver(dot)com, website resmi WCGS dan Flickr (credit kepada melronald).


