TIPE PEMINUM CAFE LATTE MANAKAH KAMU? - Majalah Otten Coffee
Pernah mengamati ragam cara manusia menikmati kopi? Kalau kami baru-baru ini menikmati ragam manusia dengan café latte-nya.
CAFE Latte adalah salah satu sajian kopi yang banyak dinikmati segala kalangan. Beberapa teman seperkopian mengaku bahwa cafe latte ini adalah menu kopi yang menjadi gerbang awal tempat mereka mengenal kopi. Cafe latte mudah mencuri hati karena tampilannya yang indah dengan latte art yang rupa-rupa tampilan seninya. Selain latte art-nya, cafe latte juga dinilai mudah diterima karena rasanya yang tidak terlalu keras berkat campuran susu yang dipanaskan dan memberikan hints manis ketika bercampur dengan espresso. Jadi bisa dikatakan si caffe latte ini adalah menu kopi istimewa, dicintai dengan penuh dan sering menjadi titik awal banyak orang ‘terjebak’ ke dalam nikmat kopi lebih dalam lagi.
Sebagai penikmat café latte dengan double shots espresso atau double ristretto, kami gemar mengamati sesama penikmat café latte. Kadang kami berdiskusi dan bertukar alasan kenapa kopi ini bisa dinikmati berbeda-beda. Meski jujur kami lebih suka black coffee yang diseduh manual, buat kami café latte memiliki tempat dan kisah tersendiri di hati. Oleh karena itu, kami rela mengamati para penikmatnya. Berdasarkan pengamatan itu, berikut tipe peminum café latte yang kami amati akhir-akhir ini.

Penikmat Keindahan
Kalau kami sudah jelas termasuk penikmat café latte yang meminum tanpa menghancurkan latte art yang hadir di permukaannya. Buat penikmat jenis ini menjaga latte art hingga tetes terakhir adalah sebuah esensi. Meski tidak semua latte art bisa bertahan sampai kopinya habis, tapi jika espresso dan susu melebur sempurna tanpa cela di tangan sang barista, bisa dipastikan latte art akan nongkrong sampai ke dasar cangkir. Biasanya penikmat café latte jenis ini akan meminum kopinya dari pinggir cangkir secara perlahan sehingga tidak akan mengganggu stabilitas latte art di atasnya. Minumnya pun hanya dari satu titik pinggir cangkir saja. Sungguh sebuah kehati-hatian yang layak diapresiasi. Karena namanya juga art, pastilah layak dirayakan meski medianya hanya di cangkir kopi. Kalau kamu bagaimana? Adakah menikmati caffe latte dengan cara seperti ini juga? Jika iya, fix kamu adalah peminum coffee latte yang menikmati keindahan seperti kami.

Latte Art Freak!
Di poin yang ini peminum caffe latte memegang teguh prinsip ”secangkir caffe latte tanpa latte art yang indah bukanlah caffe latte yang menularkan bahagia”. Nah, kalau penikmat café latte yang satu ini mereka tidak terlalu peduli soal rasa kopinya. Tapi akan kecewa berat jika melihat café latte yang hadir tanpa latte art yang sempurna. Keindahan dari latte art adalah yang nomor satu. Karena buat mereka kopi itu tak hanya dinikmati lidah, tetapi juga mata dan tentunya harus diabadikan dengan kamera untuk menunjang kegiatan media sosial. Jadi latte art yang fancy, rumit, 3D dan lain semacamnya adalah keharusan yang hakiki! Seni pada secangkir hot caffe latte panas adalah hal yang ditunggu-tunggu ketika barista meletakkan cangkir kopi di meja. Siapa yang juga seperti ini? Fix sudah kalian adalah peminum latte genre latte art freak!
Penghancur Latte Art
Diberkatilah para barista yang menyajikan café latte dengan latte art maha indah. Tapi sayang seribu sayang, para penikmat café latte golongan ini tampaknya tidak terlalu peduli dengan usaha dan keahlian barista dalam urusan latte art. Buat mereka café latte adalah minuman. Dan selayaknya minuman maka haruslah diminum sesegera mungkin. Dan untuk semakin merasakan nikmat dari café latte sudah seharusnya minuman ini diaduk-aduk dan dicampurkan sempurna agar rasa kopi dan susu melebur jadi satu. Persetan dengan segala keindahan, mari teguk café latte-mu dengan nikmatnya. Kami sendiri sering melihat beberapa peminum caffe latte dengan genre yang ini. Mereka benar-benar harus mengaduk-aduk kopinya sesaat setelah disajikan. Meski merasa agak miris sedikit, tapi kami mengerti karena mereka ini adalah tipikal yang mementingkan rasa, bukan visual semata. Jadi yang paling penting dan bernilai adalah rasa caffe latte-nya. Adakah kamu seperti ini juga? Tak mengapa, kamu memang jujur dan benar-benar termasuk orang yang percaya dalam kejujuran rasa kopi!

Foam Lovers!
Para penikmat foam pada permukaan café latte ini ada banyak sekali di sekitar sana. Mereka tampaknya asik-asik saja dengan café latte tanpa latte art asalkan ada busa susu yang menarik di permukannya. Saat café latte tiba di meja, mereka serta merta akan mengambil sendok dan mengambil busa susu lalu menikmatinya layaknya camilan begitu saja. Kemudian meneguk kopinya sesaat setelah busa susu habis semua. Sungguh peminum café latte yang unik sekali. Meski ketebalan foam pada caffe latte sebenarnya berbeda dengan foam susu yang terdapat pada cappuccino, namun banyak juga yang ternyata senang mengulik foam susu caffe latte lalu menikmatinya selayaknya dessert. Salah satu orang yang pernah minum caffe latte dengan cara ini adalah teman kami. Bahkan tak hanya dengan sendok, terkadang dia mencelupkan croissant, roti atau jenis pastry lain ke dalam caffe latte dan menikmati foam susu layaknya cocolan. Menarik ya!

Si Penikmat Manis
Sudah tahulah jenis peminum bagaimana pada poin ini. Mereka adalah orang-orang yang takkan pernah luput menaburi gula pada café latte-nya. Tak ada yang salah juga karena kopi adalah perkara lidah dan selera. Jadi café latte yang tiba di meja langsung dicampurkan gula lalu diaduk dengan jumawa. Kadang-kadang belum lagi café latte-nya dicicipi sedikit, tangan sudah secara sigap meraih gula dan menaburkannya di sana. Biasanya gulanya pun sesuai selera. Ada yang suka gula putih, ada gula rendah kalori, ada pula brown sugar yang sensasinya lain. Oh ya, beberapa orang suka mencampurkan caffe latte-nya dengan stevia ataupun madu. Ah begitulah kopi, berbeda-beda cara menikmatinya tapi tetap satu jua. Apakah kamu termasuk peminum kopi yang ini?
Dari banyakanya jenis peminum caffe latte, kira-kira kamu termasuk yang mana? Atau jangan-jangan ada kategori lain yang mungkin kamu tidak masukkan di sini? Jika ada bolehlah ditambahkan idenya di kolom komentar ya. Intinya apapun jenis kopi dan bagaimana pun kita menikmatinya tetap tak ada yang salah. Tak perlu diperdebatkan, tak perlu jadi seteru. Karena kopi seharusnya mempersatu dalam nikmat seduh dan dalam bahagia pada cangkir kita. Salam kopi! Salam #MengopikanIndonesia.
Kalau kamu tipe peminum cafe latte yang mana?
Foto utama dari global.ssl.fastly.net
Diperbaharui oleh Mustika T. Yuliandri pada 9 Maret 2023
Rekomendasi mesin kopi rumahan
Disc. hingga 1JT* Mesin Kopi Breville

