4 HAL YANG KURANG DISUKAI BARISTA - Majalah Otten Coffee
Barista juga manusia. Dan senikmat-nikmatnya pekerjaan menyeduh kopi di kedai, ternyata ada juga hal-hal kecil yang kurang disukai mereka.
SAYA bukan barista, tapi dengan bahagia mengaku bahwa saya memiliki teman-teman barista yang berpengalaman, rendah hati, talented dan juga berprestasi. Teman-teman barista saya ini tersebar di seluruh Indonesia (serta beberapa di luar negeri) dengan pengalaman di dunia kopi yang beraagam, ada yang pemula ada yang sangat ahli pula. Karena kecintaan saya dengan kopi jadilah saya dan barista-barista ini menjadi teman dan sering bertukar cerita. Ternyata oh ternyata, seperti layaknya profesi lainnya, barista juga memiliki hal-hal yang kurang disukai saat menjalankan profesinya. Sebelumnya saya mau mengingatkan bahwa artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi bertanya langsung dengan para barista yang saya kunjungi lebih dari seratus kedai kopi. Selamat membaca.

Didikte Kostumernya
Well, jangankan barista, siapapun juga kurang suka kalau pekerjaannya didikte begitu saja. Para barista ternyata juga sebal kalau saat menyeduh kopi apa yang dia lakukan didikte dan dikomentari ini itu. Misalnya saat menyeduh dengan V60 ada kostumer yang menyalahkan metode (baik itu temperatur, rasio air dll) yang dilakukan barista sesuai dengan standard operating procedure dari coffee shop-nya. Atau ada yang lebih parah ada kostumer yang langsung marah-marah ketika cara seduh yang dilakukan barista tidak sesuai dengan cara seduh yang biasa dia lakukan di rumah.

Keluhan Kasar dari Kostumer
Sejauh yang saya tahu, barista yang saya kenal adalah orang-orang yang bisa menerima masukan, berbesar hati mendengar keluhan dan mau belajar. Complain adalah makanan sehari-hari bagi profesi ini, tapi ternyata mereka kurang suka jika di-complain dengan bahasa dan cara yang kasar. Pastilah tidak suka, lagian siapa juga yang suka jika dikasari, ‘kan?
Bekerja Lembur
Meskipun barista sungguh berbahagia menyajikan kopi di coffee shop tempat mereka bekerja, tetapi mereka bisa sebal juga kalau sering bekerja melewati jam kerja alias lembur. Selain di kedai kopi, barista juga memiliki kehidupan lain yang harus mereka jalani. Sedikit banyak bekerja lembur di saat-saat tertentu buat mereka sangat mengganggu dinamika kehidupan sosial di luar kedai kopi.

Membuat Minuman Lain Selain Kopi
Namanya juga barista, pastilah berbahagia luar biasa saat membuat kopi untuk pelanggannya. Namun, di kedai kopi biasanya tak hanya ada menu kopi tetapi menu-menu lain seperti jus, teh, iced blended dan lain-lain. Meski harus membuat minuman lain selain kopi sesungguhnya barista lebih suka jika membuat kopi ketimbang menu lain. Walaupun mereka senang-senang saja meracik aneka minuman selain kopi demi kepuasan pelanggannya. Tapi bagaimanapun barista lebih suka jika menyeduh kopi. Apalagi menyeduh kopinya untuk kostumer favorit baik hati yang tak banyak tingkah.
Kalau kalian adalah barista atau punya teman barista, boleh tanyakan dong apa yang mereka tak sukai dari profesinya. Dan jangan lupa share with us ya.
Foto utama dari thelastbestplates.com

