4 FILM TENTANG KOPI - Majalah Otten Coffee
Terpujilah mereka yang mengabadikan kopi tak hanya di dalam cangkir, tetapi juga dalam sebuah media bergerak yang bisa dinikmati berulang-ulang: film.
FILM dan kopi adalah dua hal yang bersebrangan. Film bertugas mengabadikan elemen-elemen dalam media bergerak dengan sudut dan sentuhan estetis yang mengundangan decak kagum. Kopi adalah sebuah esensi kenimatan yang tak pernah habis diagung-agungkan. Apa jadinya jika kopi dijadikan topik utama dalam film-film yang menebar kisah? Tentunya akan memberi antusiasme besar kepada para penikmatnya. Untuk itu, berikut empat film rekomendasi Otten Coffee yang mungkin bisa menjadi referensi akhir pekan kamu. Selamat menonton.

Biji Kopi Indonesia – Aroma Of Heaven
Film dokumenter yang disutradari oleh Budi Kurniawan pada 2011 ini tak hanya bercerita tentang perjalanan kopi dari hulu ke hilir tetapi juga menggali lebih dalam seluk beluk yang ada di antaranya. Film ini memaparkan perjalanan sang ‘biji hitam’ di berbagai wilayah penghasil kopi di Indonesia. Tak hanya menyajikan potongan-potongan gambar tentang diprosesnya kopi, Aroma of Heaven mengemukakan asal usul, sejarah, budaya dan antropologi yang sedikit banyak memengaruhi industri kopi hingga saat ini. Dikemas dengan sinematografi yang indah dan detail, film yang satu ini menyelipkan beragam wawancara dari para ahli serta seni tradisional Indonesia yang hidup dan bernapas di antara ritual dan perjalanan kopi itu sendiri.
Film yang rilis pada 26 April 2014 ini adalah salah satu film dokumenter paling estetis yang pernah saya tonton. Brandon Loper mengemas film yang syutingnya dilakukan di Rwanda, Honduras, Amerika Serikat dan Jepang ini bertutur tentang perjalanan kopi dari berbagai sudut pandang. Industri coffee specialty, para petani kopi yang terlibat serta para ahli yang berkecimpung di dunia kopi melebur secara sempurna dalam sebuah film yang tak bisa ditolak lagi keindahannya. Semua elemen di bidang kopi disinggung di sini tanpa ada terkecuali. Sebuah film yang tak hanya memberi hiburan tentang kopi tapi sebuah ‘kepulangan’ yang menyadarkan penikmat kopi bahwa menikmati kopi tak semudah bibir bertemu cangkir.
Filosofi Kopi
Film yang disutradarai Angga Dwimas Sasongko ini diangkat dari cerita pendek karya Dewi Lestari yang berjudul sama. Film ini berkisah tentang Ben dan Jody dan permasalahan yang menimpa kedai kopi mereka yang hampir bangkrut. Tak hanya itu, Filosofi Kopi juga memaparkan masa lalu Ben dan perjalanan Ben sebagai barista yang dengan ambisius menemukan formula untuk kopi terbaiknya Ben Perfecto. Alur cerita yang menarik (meski sedikit berbeda dengan cerita pendeknya) menjadikan film ini meraih banyak penghargaan. Salah satunya penulis scenario terbaik FFI yang diraih oleh Jenny Jusuf. Sebuah film tentang kopi yang memberi wawasan tentang kopi, hiburan tentang industri kopi serta beragam emosi yang melebur dengan baik sekali.
Hot Coffee
Berbeda dengan ketiga film sebelumnya yang mengangkat kopi sebagai isu utama baik proses maupun pengalamannya, film dokumenter yang disutradari oleh Susan Saladof ini mengangkat isu dai dampak reformasi dan gugatan dalam sistem peradilan di Amerika Serikat. Salah satu isu yang ditampilkan di dalam film yang ditayangkan pada Festival Film Sundance 2011 ini adalah kasus Liebeck versus McDonald. Yaitu Liebeck menggugat Restoran McDonald karena dia mengalami luka bakar parah setelah terkena tumpahan kopi panas yang dia beli dari McDonald. Sebuah film dokumenter menarik yang tak hanya menyisipkan kopi di dalamnya tetapi mengangkat langsung peristiwa yang mewakili zamannya.
Foto utama dari lifeandthyme.com

